Meski Sudah Diizinkan Terbang

Garuda Indonesia Belum Putuskan Pengunaan Boeing 737 Max 8

Minggu, 22/11/2020 18:45 WIB
Pesawat Garuda Indonesia (Tempo)

Pesawat Garuda Indonesia (Tempo)

Jakarta, law-justice.co - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) belum bisa memastikan apakah akan kembali menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 yang sempat dilarang terbang selama dua tahun terakhir ini.

Selain itu, manajemen Garuda Indonesia mengaku masih memerlukan proses waktu yang lebih lama untuk kembali menerbangkan satu pesawat jenis Boeing 737 Max 8 dari hanggarnya dalam kondisi pandemi saat ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan belum dapat memastikan waktu yang tepat untuk kembali mengoperasikannya.

Terlebih saat ini Garuda hanya memiliki satu buah jenis pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang sudah diterima dan dikandangkan dari total kontrak dengan Boeing sebanyak 50 unit. Tentunya, dalam kondisi pandemi ini, Garuda hanya mengoperasikan pesawat berdasarkan asas prioritas dan kebutuhan.

“Timing belum ditentukan karena belum selesai dan kami saat ini hanya punya satu buah [Boeing 737 Max 8] di Garuda dan akan selalu mengoperasikan pesawat kita berdasarkan asas prioritas dan kebutuhan saat ini. Kami saat ini masih ada beberapa pesawat yang grounded belum terbang karena memang imannya belum ada, belum bisa untuk menerbangkan seluruh pesawatnya,”ujarnya seperti dilansir dari Bisnis Indonesia, Minggu (22/11/2020).

Maskapai pelat merah itu sudah menerima kabar hasil keputusan otoritas Federal Aviation Administration di Amerika terkait dengan pencabutan larangan operasi Boeing Max 737. Irfan menyebutkan untuk mengaktifkan kembali penerbangan ini terdapat persiapan yang harus dilakukan termasuk persiapan pesawat dan re-training dari para pilotnya.

Menurutnya ada jangka waktu cukup lama untuk mengoperasikannya karena pilot Garuda harus melalui training dan re-sertifikasi. Tetapi, dia memastikan kontrak pemesanan sebanyak 49 unit sisanya kepada Boeing belum dibatalkan dan masih dilanjutkan.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:



Berita Terkait

Komentar