Uchok Sky Ungkap Jejak Keluarga Luhut di Proyek Kartu Prakerja
Luhut Binsar Panjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (lintasparlemen.com)
law-justice.co - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengungkapkan bahwa konflik kepentingan di proyek kartu Prakerja begitu nyata dan jelas.
Pasalnya, Uchok menyebut, ada sedikit jejak keluarga petinggi Partai Golkar khususnya Luhut Binsar Pandjaitan dalam salah satu perusahaan yang ditunjuk untuk menjalankan pelatihan Kartu Prakerja.
Seperti yang kita ketahui, ada delapan mitra pelatihan Kartu Prakerja, yaitu Ruangguru, Tokopedia, Bukalapak, Mau Belajar Apa, Sekolahmu, Pijar Mahir, Sisnaker, Pintaria.
Uchok mengatakan dari 8 perusahaan mitra tersebut, Bukalapak menjadi perusahaan yang sarat dengan konflik kepentingan. Hal itu terungkap dari penelusuran CBA, dimana terdapat nama Pandu Satria Sjahrir.
“Sebagai bukti permulaan, tim kami berhasil menelusuri adanya hubungan kepentingan salah satu perusahaan, yaitu Bukalapak, dengan pejabat tinggi Partai Golkar. Dalam akta perusahaan yang kami dapatkan, tampak ada nama Pandu Satria Sjahrir sebagai pemilik saham di PT Bukalapak.”, ungkap Uchok kepada law-justice.co, Rabu (13/5/2020).
Menurutnya Pandu Patria Sjahrir atau yang biasa dikenal sebagai Pandu Sjahrir adalah seorang Pengusaha muda. Dia adalah adalah keponakan kandung dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Selain menjadi pemilik saham Bukalapak, Pandu Sjahrir juga menjabat sebagai CFO dari Toba Bara Sejahtera, grup perusahaan tambang batu bara milik Luhut Binsar Pandjaitan.
Sementara Luhut Binsar Pandjaitan saat ini selain menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, adalah juga Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. Di sinilah letak konflik kepentingannya menurut Uchok,
“Jadi penanggung jawab program ini adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang sekaligus Ketua Umum Golkar, sementara salah satu perusahaan yang ditunjuk sebagai mitra adalah milik keponakan kandung Ketua Dewan Pembina Golkar," jelasnya.
Berdasarkan penelusurannya juga, kedekatan Airlangga Hartarto dan Golkar dengan Bukalapak seperti sudah terjalin dengan cukup erat sejak lama. Uchok menunjukkan sebuah kliping berita online tanggal 23 Mei 2018, di suatu acara Relawan Golkar Jokowi (Gojo) yang dihadiri Airlangga Hartarto (sebelum menjadi Menko Perekonomian) dan Presiden Jokowi yang menghadirkan juga Bukalapak, Airlangga diberitakan menyanjung-nyanjung Bukalapak di hadapan Presiden Jokowi.
`Agar nanti masyarakat tidak semakin mencurigai Program Kartu Prakerja hanya menguntungkan kelompok tertentu, sebaiknya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera masuk untuk melakukan audit dalam penggunaan dana pelatihan Kartu Prakerja yang sebesar Rp 5,6 triliun ini," tututpnya.



Komentar