Kian Diminati Negara Lain, Indonesia Sedang Buat Kapal Cepat Rudal

Rabu, 29/01/2020 21:30 WIB
Aktivitas produksi di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya. (foto: Jawa Pos)

Aktivitas produksi di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya. (foto: Jawa Pos)

Jakarta, law-justice.co - PT PAL Indonesia terus meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi kapal perang. Setelah membuat kapal selam, kini perusahaan Pelat merah ini tengah mmebuat kapal cepat rudal (KCR).

Plt. Kadep Humas PT PAL Indonesia (Persero) Utario Esna Putra mengungkapkan saat ini progress pembuatan Kapal Cepat Rudal (KCR) terus berlangsung di galangan PT PAL Indonesia. Ada dua unit Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter yang sedang dibangun efektif berjalan sejak 31 Mei 2019 lalu.

"Ini yang sedang dibuat. Kapal kelima dan keenam (kapal cepat rudal) udah (proses) dibuat," katanya, Rabu (29/01/2020).

Berbeda dengan kapal selam Alugoro 405 yang dibuat atas kerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) Korea Selatan, kapal cepat rudal ini disebut hasil PT PAL sendiri. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di dalamnya juga disebut mengutamakan komponen lokal. "Itu rancang bangun kita punya," sebut Utario.

Dikutip dari situs resmi PT Pal Indonesia (Persero), kapal cepat rudal ini disebut menerapkan teknologi dan rancang bangun melalui 4 starting points dengan pendekatan sistem modular.

Penyelesaiannya direncanakan akan rampung dan diserahterimakan pada Mei 2022. Panjang kapal ini 60 meter, dengan lebar 8,10 meter, tinggi 4,85 meter, sarat 2,60 meter serta memiliki bobot 450 s/d 500 ton direncanakan mampu berlayar hingga kecepatan 28 knots dengan kecepatan jelajah 20 knots.

Kapal ini akan dilengkapi sistem persenjataan lengkap seperti surveillance radar, IFF system, CMS (3 Console), Main Gun 57 mm, Peluncur Surface to Surface Missile, Secondary Gun 20 mm, ESM system

Pun dengan Decoy Launching System yang mampu berlayar hingga 5 (lima) hari. Kemudian melakukan aktivitas pengintaian, serta search and resuce (SAR) serta offshore patrols di perairan teritorial hingga Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). (cnbcindonesia.com)

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar