Sipir Penjara Israel Serang Tahanan Palestina

Selasa, 26/03/2019 09:30 WIB
Mahasiswa membakar ban di jalan masuk utara Ramallah, Tepi Barat, selama protes untuk menentang pembunuhan orang Palestina oleh tentara Israel. (WAFA)

Mahasiswa membakar ban di jalan masuk utara Ramallah, Tepi Barat, selama protes untuk menentang pembunuhan orang Palestina oleh tentara Israel. (WAFA)

Jakarta, law-justice.co - Penjaga penjara Israel menyerang tahanan Palestina di penjara militer Israel Selatan, Naqab, dan melukai puluhan orang pada Minggu (24/3) malam.

Ketua Komisi Urusan Penjara (PAC) Qadri Abu Baker mengatakan penjaga penjara Israel menindas tahanan Palestina di Penjara An-Naqab, yang juga dikenal sebagai Penjara Ktzi`ot, dan melukai lebih dari 25 tahanan, termasuk dua yang menderita luka parah.

Abu Baker menambahkan 15 korban tewas, termasuk Islam Yusri Weshabi dan Odai Adel Salem yang menderita luka parah. Mereka dipindahkan ke Rumah Sakit Israel, Suruka untuk diobati, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA pada Senin (25/3) malam.

Ia menyatakan seorang pengacara PAC akan mengunjungi rumah sakit itu untuk memeriksa kondisi kesehatan korban.

Dinas Penjara Israel (IPS) Sabtu malam memukuli tahanan Palestina di beberapa bagian Penjara An-Naqab dan menembakkan gas air mata ke arah mereka setelah dua penjaga ditikam oleh tahanan di penjara yang sama.

Setelah dugaan serangan penikaman tersebut, PAC mengkonfirmasi tahanan di bagian empat Penjara An-Naqab diserang dan dipaksa ke luar ruangan dalam kondisi dingin sepanjang malam.

Pada Minggu pagi, PAC menyatakan penjaga penjara Israel secara provokatif memaksa tahanan keluar dari sel mereka di bagian tiga dan empat penjara itu, dengan alasan mereka melakukan pemeriksaan, sehingga terjadi pertengkaran. Selama pertengkaran tersebut, beberapa tahanan menikam dua penjaga penjara sebagai pembalasan terhadap satu serangan.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar