Finarya Akan Kelola Platform Sistem Pembayaran Bentukan Kementerian BUMN

Rabu, 06/03/2019 23:02 WIB
Telkomsel dirikan perusahaan fintech baru (foto: insiders stories)

Telkomsel dirikan perusahaan fintech baru (foto: insiders stories)

law-justice.co - Perusahaan fintech bentukan operator seluler PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), diproyeksikan menjadi pengelola platform sistem pembayaran pelat merah yang terintegrasi bikinan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kelak, Finarya akan masuk menjadi bagian Holding Keuangan dan Asuransi.

"Iya benar, akan masuk ke holding keuangan nanti," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo kepada Kontan, Jumat (8/2).

Pernyataan Gatot sebenarnya menegaskan kembali perkataan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wiroatmodjo saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komsisi XI DPR pertengahan Januari lalu. Kartika saat itu menyatakan, Finarya akan masuk holding keuangan di bawah komando PT Danareksa.

Sekadar info, Finarya adalah perusahaan fintech yang didirikan oleh PT Telkomsel. Menurut VP Investor Relations PT Telkom Indonesia, yang merupakan induk perusahaan Telkomsel, bahwa pada 21 Januari lalu telah disetujui akta pendirian Finarnya oleh Telkomsel yang memegang 99,99% dari seluruh saham Finarya.

Tak lama dibentuk, Finarya cepat mengambil langkah. Mereka mentransformasikan layanan T-Cash milik Telkomsel menjadi LinkAja, dan akan resmi berubah pada 21 Februari mendatang. LinkAja yang kelak akan menjadi platform pembayaran pelat merah, demikian seperti diwartakan Kontan, Sabtu (9/2).

Saat ini izin operasional LinkAja sudah diajukan kepada BI. Operasional LinkAja akan dimulai bertepatan dengan penyelenggaran JavaJazz pada awal Maret 2019. Kalau linkAja terwujud, Anda tak perlu membawa dompet lagi. Uang elektronik, kartu debit dan kartu kredit ada di genggaman Anda.

Selain itu Finarya juga akan melebur semua sistem pembayaran yang dimiliki bank-bank BUMN, anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk.

Meski begitu, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo enggan menjelaskan lebih detil mengenai progres pembentukan holding BUMN. "Masih dibahas di kementerian, belum final," katanya.

Sementara itu beredar kabar, pemegang saham Finarya nantinya adalah Telkomsel, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN, Pertamina, Danareksa, dan Asuransi Jiwasraya. Ada pula yang menyebut PT Jasa Marga TBk dan PT Kereta Api Indonesia ikut masuk ke Finarya.

(Rin Hindryati\Rin Hindryati)
Share:


Berita Terkait

Komentar