IHSG Terkapar ke 4.900, Saham BUMN Ramai Dilepas Asing
IHSG anjlok 8,73 persen sepekan (Tribun)
law-justice.co - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada penutupan perdagangan sore ini. IHSG tercatat jatuh cukup dalam ke level 4.900.
Berdasarkan data RTI, Selasa (3/11/2026), IHSG ditutup pada level 4.904,28 atau melemah 192,54 poin (3,78%). Sebelumnya IHSG juga dibuka di zona hijau pada level 5.126, tertinggi pada level 5.143, sementara level terendahnya di 4.895.
Nilai transaksi indeks pada perdagangan hari ini mencapai Rp 11,43 triliun dengan melibatkan 24,72 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,38 juta kali. Dari jumlah transaksi itu sebanyak 57 saham menguat, 624 saham melemah dan 37 saham stagnan.
Selain melemah secara harian, IHSG secara mingguan juga melemah 6,87%. Kemudian secara bulanan juga tercatat melemah 20,81%. Sementara secara year to date melemah 43,28% dan secara tahunan IHSG minus 39,59%.
Sebagai informasi, hingga paruh pertama perdagangan hari ini, tercatat foreign buy sebesar Rp 1,61 triliun. Sementara foreign sell tercatat sebanyak Rp 2,44 triliun. Sehingga indeks saham di sesi I tercatat mengalami net foreign sell sebesar Rp 831,55 miliar.
Berdasarkan data Stockbit, tiga besar net foreign sell pada sesi I hari ini tercatat didominasi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adapun rincian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 173,45 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp 95,77 miliar, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sebesar Rp 69,40 miliar.
Sementara itu, tiga besar net foreign buy juga didominasi oleh perusahaan plat merah. Rincian adalah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) sebesar Rp 37,87 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 27,88 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp 16,63 miliar.

Komentar