Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Viral Arogan Senggol Massa Aksi

Rabu, 21/10/2026 12:29 WIB
Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Viral Arogan Senggol Massa Aksi. (Istimewa).

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Viral Arogan Senggol Massa Aksi. (Istimewa).

law-justice.co - Ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas`ud, Asky Rizal Toding akhirnya meminta maaf usai menyenggol peserta aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda.

Dia mengakui bahwa tindaknya terhadap peserta aksi di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin (19/10) sore sangatlah arogan.

"Secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya," ujarnya dalam keterangan video, dikutip Rabu (21/10).

Dia mengaku tindakannya tersebut salah dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa maupun masyarakat. Asky mengklaim perbuatannya itu murni dilakukan secara spontan dan tidak ada arahan dari siapapun.

"Tidak ada pembenaran atas perbuatan saya dan saya melakukan tindakan tersebut secara spontan, dan tanpa ada instruksi dari siapapun," tuturnya.

Lebih lanjut, Asky mengatakan dirinya menyesali perbuatan yang telah terjadi dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali," pungkasnya.

Sebelumnya Tim Ahli Gubernur Kalti Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno angkat suara terkait video viral ajudan yang menyenggol demonstran dari GMNI Samarinda.

Sudarno membenarkan adanya insiden senggolan yang diduga diaengaja ajudan Gubernur Kaltim, Rudy Mas`ud bernama Aski. Dia menyebut aksi itu terjadi saat Rudy hendak melaksanakan salat Magrib di Masjid Nurul Mukminin, pada Senin (19/10).

Dia menjelaskan aksi demonstrasi yang dilakukan GMNI itu digelar sejak sore hari. Hanya saja, diakuinya Gubernur belum sempat menemui peserta aksi lantaran sedang ada banyak kegiatan.

Selanjutnya, kata dia, massa berkumpul di area kawasan masjid yang menjadi lokasi pembubaran aksi. Pada saat bersamaan, Rudy hendak menuju masjid untuk menunaikan salat.

"Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah dihadang sama teman-teman itu. Walaupun ada celetukan-celetukan kecil," ujarmya dikutip dari Detik, Selasa (20/10).

Dia menilai kondisi itulah yang kemudian memicu reaksi dari ajudan gubernur. Dalam insiden yang terekam video dan beredar di media sosial, seorang demonstran perempuan disebut mengalami kontak fisik hingga ponselnya terjatuh

Sudarno mengakui reaksi ajudan bernama Aski tersebut keliru. Menurutnya tindakan fisik terhadap demonstran tidak dapat dibenarkan meskipun terjadi dalam situasi yang memanas.

"Kontak fisik yang dilakukan Aski (ajudan) itu tidak ada yang dibenarkan, enggak ada yang membenarkan," tuturnya.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar