Sertijab KSP, Ini Pesan Dudung Pesan Ke Jenderal Listyo Sigit
Ilustrasi. Kapolri Suyudi sertijab dengan Listyo Sigit. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
law-justice.co - Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman yang ditunjuk sebagai Menko Polkam.
Serah terima jabatan (Sertijab) Sigit dengan Dudung digelar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/10), dihadiri sejumlah pegawai Kantor Staf Kepresidenan.
Dilansir dari detik.com, acara sertijab dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penandatanganan berita acara sertijab serta penyerahan memori jabatan.
Dalam pesannya, Dudung meminta Sigit mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Tugas KSP, kata Dudung, membantu menyelesaikan berbagai program prioritas.
"Jadi, yang pertama dia harus mengawal program prioritas Presiden, program unggulan Bapak Presiden, kemudian program yang berkaitan dengan strategi nasional. Artinya bahwa banyak hal-hal, kegiatan-kegiatan dari kementerian-kementerian yang kemudian tidak masuk pada ujungnya, atau tidak bisa diselesaikan, maka Kepala Staf Kepresidenan yang menyelesaikan," kata Dudung.
"Perlu saya sampaikan kepada Pak Listyo Sigit, Pak, tadi saya juga serah terima tipis-tipis tadi di kata pembuka acara sertijab ini, bahwa pekerjaan KSP ini sangat berat," sambungnya.
KSP Sigit berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Sigit berharap bisa melanjutkan kinerja Dudung sebagai KSP.
"Tentunya saya juga berterima kasih tentunya kepada Bapak Presiden yang memberikan tugas besar untuk di Kantor Staf Kepresidenan ini. Saya kira kalau dari cerita sepintas tadi nampaknya tugasnya cukup berat. Mudah-mudahan kami bisa melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh Pak Dudung, senior saya," jelas Sigit.
Lebih lanjut Sigit menyatakan siap mengawal program Prabowo. Dia memahami program yang menjadi prioritas Prabowo, antara lain hilirisasi.
"Tentunya kita siap untuk melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan, mengambil keputusan di situasi sulit sehingga kemudian bottleneck permasalahan-permasalahan yang selalu ada dan mengganggu program Bapak Presiden bisa kita selesaikan. Karena kita paham bahwa beliau memiliki program Asta Cita, 17 program prioritas, dan juga program-program lain di sisi ketahanan pangan, energi, kemudian hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan juga berbagai macam program yang saat ini terus didorong," pungkasnya.

Komentar