Respon BGN soal Viral Guru Ngaku Diminta Cium MBG Bak Anjing Pelacak
Makan Bergizi Gratis (Indonesia.Goverment.id)
"Perlu kami sampaikan bahwa Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta para guru untuk mengendus-endus makanan dalam konteks narasi yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan dalam video tadi," kata Juru Bicara BGN Tysa Novenny dalam keterangan resmi.
Menurutnya, keterlibatan guru dalam pelaksanaan program MBG mencakup peran sebagai edukator dan melakukan tes organoleptik terhadap makanan.
Ia menjelaskan tes organoleptik dilakukan untuk menilai kualitas makanan melalui pancaindra sebelum diberikan kepada siswa penerima manfaat.
Pengecekan tersebut meliputi melihat warna dan tekstur makanan, mencium aroma, serta mencicipi makanan.
"Lalu apa itu kemudian tes organolepik? Tes organolepik adalah tes untuk menilai kualitas makanan melalui pancaindra sebelum diberikan ke siswa penerima manfaat dengan cara melihat warna dan tekstur makanan, mencium aroma makanan, dan mencicipi makanan," katanya.
Selain melakukan pengecekan, guru juga berperan sebagai edukator sebelum siswa menyantap menu MBG. Kata Tysa, edukasi tersebut antara lain mengingatkan siswa untuk mencuci tangan, berdoa sebelum makan, duduk tertib, serta menjelaskan kandungan gizi dalam makanan.
BGN kembali menegaskan tidak ada instruksi kepada guru untuk mengendus-endus makanan sebelum disantap siswa.
"Jadi tidak ada ya, sekali lagi tidak ada permintaan BGN kepada guru untuk mengendus-endus makanan sebelum disantap oleh siswa," tutur Tysa.
Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan seorang guru mengaku diminta mencium aroma makanan MBG sebelum diberikan kepada murid. Dalam video tersebut, guru itu memprotes kewajiban mencium makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
"Cium dulu, diendus-endus dulu katanya, harus (dicium dulu).... Ada yang bilang gitu, coba ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya. Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru, jadi anjing pelacak sekarang," beber guru tersebut.

Komentar