Basarnas Buka Opsi Tenggelamkan Bangkai KM Virgo, Ini Alasannya

Selasa, 15/09/2026 13:27 WIB
Bawa 243 Penumpang, Kapal Virgo 8 Hilang Kontak di Laut Jawa. (Istimewa).

Bawa 243 Penumpang, Kapal Virgo 8 Hilang Kontak di Laut Jawa. (Istimewa).

law-justice.co - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan bahwa pihaknya membuka opsi menenggelamkan bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa.

Opsi tersebut dipertimbangkan agar posisi kapal tidak terus bergeser dan memudahkan proses pencarian korban, termasuk pengerahan pasukan penyelam.

Pada Senin (14/9) kemarin, bangkai kapal telah bergeser sekitar 2,9 km atau 1,6 nautical mile dari lokasi awal kejadian.

"Kalau dalam kondisi seperti ini dari teman-teman, masukan dari teman-teman dari TNI Angkatan Laut, malah kalau perlu tenggelam akan lebih baik, kalau misalkan kapal itu diam karena memang posisi keberadaan kapal ini di kedalaman yang sebenarnya merupakan laut yang dangkal, jadi kira-kira di 30 meter," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan dikutip Selasa (15/9).

Selain itu, kata Syafii, pihaknya juga membuka opsi untuk membalikan bangkai kapal tersebut. Diketahui, saat ini posisi bangkai kapal tersebut dalam kondisi terbalik atau telungkup.

Syafii menyebut opsi untuk membalikan bangkai kapal tersebut berdasarkan pertimbangan untuk memudahkan pencarian yang melibatkan pasukan penyelam.

"Karena kalau misalkan kita memaksa, tadi yang saya sampaikan bahwa dalam kondisi kapal melayang memiliki risiko tersendiri. Kecuali kalau kondisi kapal itu dalam kondisi normal, misalkan karena bocor tenggelam tinggal katakanlah ujungnya, itu kalaupun ada apa-apa paling turun," tutur dia.

"Tapi kalau misalkan kondisi tengkurap pada saat misalkan tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman," sambungnya.

Syafii berujar opsi untuk menarik bangkai kapal tersebut juga menjadi salah satu pembahasan. Namun, ukuran dan berat kapal menjadi salah satu pertimbangan penting terkait opsi ini.

"Karena itu bukan sesuatu yang mudah untuk bisa menggeser ataupun menarik. Apalagi dalam kondisi cuaca yang memang tidak dalam kondisi baik. Jadi itu menjadi pemikiran kita dan ini sedang dalam pembahasan serius kita. Kita akan melibatkan beberapa sumber untuk bisa mengambil tindakan ke depannya seperti apa," ucap dia.

Hingga Senin kemarin, dari 243 orang yang ada di kapal tersebut, sebanyak 114 di antaranya telah berhasil ditemukan dan 129 lainnya masih dalam pencarian.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). KM Virgo disebut membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar