Din Syamsuddin Bongkar Ada Kelompok Ingin Jatuhkan Presiden Prabowo

Selasa, 01/09/2026 06:14 WIB
Din Syamsuddin (Bisnis)

Din Syamsuddin (Bisnis)

law-justice.co - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin blak-blakan membeberkanpandangan serius terkait dinamika politik nasional. Dia menilai terdapat gejala dan gelagat adanya kelompok tertentu yang diduga sedang memainkan rekayasa politik dengan tujuan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, dugaan gerakan politik tersebut memiliki tujuan ganda. Salah satunya, kata dia, adalah keinginan untuk mengganti kekuasaan karena ada pihak-pihak tertentu yang dinilainya tidak sabar untuk kembali atau segera berada di lingkaran kekuasaan.

“Kami meyakini, dan saya pribadi meyakini, ada yang sedang bermain, yang sedang melakukan rekayasa politik, yang bertujuan ganda. Antara lain, ingin menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto karena mereka tidak sabar ingin berkuasa,” ujar Din Syamsuddin dalam video yang beredar di media sosial, Senin (31/8/2026).

Dia mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak mudah terbawa arus dalam membaca berbagai peristiwa politik yang tengah berkembang.

Din kemudian mengutip sebuah ungkapan Arab, takfî lil-‘âqili al-isyârah, yang secara umum dimaknai bahwa bagi orang yang cerdas, sebuah isyarat sudah cukup untuk memahami keadaan.

“Umat Islam harus cerdas. Cukuplah bagi orang-orang cerdas itu isyarat,” katanya.

Menurut Din, pandangannya tersebut bukan semata-mata pendapat pribadi. Dia mengaku melihat adanya pandangan serupa di tengah masyarakat mengenai kemungkinan keberadaan kelompok politik yang memiliki kepentingan untuk menggoyang pemerintahan Prabowo Subianto.

“Ada kelompok yang ingin menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto untuk mereka berkuasa dengan kepentingan-kepentingan politiknya,” ujarnya.

Meski demikian, Din mengaku tidak secara terbuka menyebut kelompok yang dimaksud. Dia mengatakan pihak-pihak tersebut tidak mudah terlihat secara langsung, namun menurutnya terdapat gejala dan gelagat politik yang patut dicermati.

Dia bahkan menduga gerakan-gerakan tersebut memiliki dukungan kekuatan modal yang besar, termasuk dari kelompok oligarki.

“Kelompok-kelompok ini tidak bisa saya sebut. Tidak kelihatan, namun sangat jelas gejala dan gelagatnya, didukung oleh oligarki dengan dana besar,” katanya.

Din Syamsuddin juga menyoroti kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang dinilainya tengah menghadapi berbagai persoalan serius. Dia menilai keresahan yang muncul di tengah mahasiswa, pemuda, dan masyarakat memiliki dasar persoalan yang nyata.

Menurutnya, banyak rakyat menghadapi tekanan ekonomi, mulai dari persoalan kemiskinan, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup hingga biaya pendidikan yang semakin menjadi beban bagi sebagian keluarga.

Gerakan mahasiswa dan pemuda, kata Din, pada dasarnya perlu dilihat sebagai ekspresi keresahan terhadap persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Namun, dia mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh kekuatan politik tertentu untuk mendorong agenda yang berbeda dari aspirasi awal masyarakat.

“Gerakan murni mahasiswa dan pemuda memang kita semua sangat memahami. Banyak rakyat yang terjatuh ke bawah garis kemiskinan. Banyak rakyat kita yang tidak bisa makan. Banyak rakyat kita yang tidak bisa membayar uang kuliah dan uang sekolah,” ujarnya.

Din juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai pembusukan politik dari dalam atau political decay. Menurut dia, berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan rakyat telah menciptakan akumulasi kekecewaan di tengah masyarakat.

Kondisi tersebut, menurut Din, berpotensi menjadi celah yang dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok berkepentingan untuk memainkan situasi politik.

“Kesempatan inilah yang digunakan oleh kelompok yang saya indikasikan tadi,” katanya.

Karena itu, Din mengajak umat Islam dan seluruh elemen bangsa, termasuk pemeluk agama lain, untuk tetap tenang namun tidak kehilangan kewaspadaan dalam menghadapi perkembangan politik nasional.

Dia menekankan pentingnya masyarakat mencermati setiap dinamika yang terjadi secara objektif agar tidak mudah terprovokasi maupun dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu.

“Oleh karena itu, kita umat Islam khususnya, bersama umat agama-agama lain, agar tenang tetapi tetap waspada, mencermati dan mengamati keadaan,” ujar Din.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar