165 Orang Tewas & 1.384 Hilang Terdampak Banjir Bandang di Nepal-Tibet
Ilustrasi banjir bandang (pixabay)
Badan Bencana Nepal melaporkan 826 orang belum bisa dihubungi hingga Kamis, lebih dari 24 jam setelah bencana. Dari jumlah tersebut, 600 di antaranya turis asing, demikian dikutip The Guardian.
Di antara mereka yang belum ditemukan terdapat 177 warga India, 63 warga Amerika Serikat, 34 Australia, 33 Inggris, dan 25 Kanada.
Menurut pemerintah China sebanyak 558 hilang di sisi perbatasan Tibet. Dari jumlah ini, 260 di antaranya warga asing. Jika diakumulasikan, angka dari pihak berwenang Nepal dan China maka total orang hilang mencapai 1.384.
Sejauh ini belum bisa dipastikan apakah jumlah orang hilang itu terpisah atau ada yang dihitung dua kali. Sementara itu, jumlah korban tewas imbas bencana tersebut juga 165 orang tewas.
Banjir dan longsor menerjang wilayah di kaki Gunung Himalaya pada Rabu.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan banjir bandang menghantam gedung-gedung, rumah, jalan dan proyek pembangunan. Imbas kejadian ini pula banyak rumah dan kendaraan yang terendam longsor.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih berusaha mencari korban, tetapi terkendala karena banyak bangunan terendam lumpur.
Otoritas penanggulangan bencana nasional Nepal mengatakan studi awal citra satelit Planet Labs menunjukkan tanah longsor es dan batuan memicu banjir yang membawa puing-puing di Sungai Lhende, sekitar 20 km timur laut dari perbatasan Nepal-China Rasuwagadhi.
Sementara itu, para ahli mengatakan risiko kejadian kian parah karena topografi ekstem Pegunungan Himalaya.

Komentar