Bahlil: Pembatasan Beli Pertalite untuk Desil 9 dan 10 Terus Dikaji

Rabu, 19/08/2026 15:56 WIB
Pertalite (Kompas)

Pertalite (Kompas)

law-justice.co - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite untuk kelompok masyarakat desil 9 dan 10 masih dikaji.

Ia memastikan saat ini kebijakan yang berlaku untuk pengisian Pertalite masih sama seperti aturan berjalan.

"Pembatasan pertalite sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini," ujar Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8).

Berdasarkan peraturan yang saat ini berlaku, pembatasan pembelian BBM subsidi Pertalite untuk kendaraan pribadi beroda empat ditetapkan maksimal 50 liter setiap harinya.

Sementara itu, untuk Solar, kendaraan bermotor umum angkutan orang dan/atau barang dengan roda empat atau lebih memiliki kuota pengisian paling banyak 80 liter per hari untuk setiap kendaraan.

Adapun untuk Solar bagi kendaraan umum dengan roda enam atau lebih paling banyak 200 liter per hari.

"Kan untuk bus, truk, itu kan 200 liter per hari, tapi kalau kendaraan-kendaraan yang biasa itu 50 liter. Masih seperti itu saja," kata Bahlil.

Ketua Umum Partai Golkar tersebut menilai sangat tidak elok jika masyarakat yang masuk dalam kategori desil 9 dan 10 masih ikut mengisi BBM bersubsidi.

Bahlil memberikan contoh dengan merujuk pada dirinya sendiri yang tergolong dalam kelompok mampu tersebut.

Ia menegaskan masyarakat di desil 9 dan 10 yang mampu seharusnya tidak mengambil hak subsidi yang peruntukannya ditujukan bagi mereka yang benar-benar berhak menerimanya.

"Desil 9 dan 10 itu kan seperti saya. Kalau mobil saya kan agak pakai BBM yang.... Masa kita pakai subsidi? Ya sudah lah yang kaya yang sudah mampu itu jangan ambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berat penerimanya," beber Bahlil.

Saat ini, Bahlil dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang mengkaji rencana pembatasan subsidi Pertalite bagi masyarakat kelas atas.

Lebih lanjut Purbaya mengatakan pembatasan subsidi ini secara spesifik menyasar masyarakat yang berada di kelompok desil 9 dan desil 10.

"Tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas," jelas Purbaya kepada wartawan usai bertemu Bahlil di kantornya, Selasa (11/8) lalu.

Ia menjelaskan rencana pembatasan ini masih dalam tahap pengkajian. Salah satu yang masih dibahas adalah evaluasi terhadap sistem penyaluran Pertalite oleh PT Pertamina (Persero).

Setelah melihat langsung, Purbaya menilai mekanisme penyalurannya sudah cukup baik. Karenanya, ia menilai pembatasan ini bisa segera dilaksanakan.

Dalam kesempatan sama, Bahlil mengakui penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite selama ini tidak tepat sasaran. Masyarakat di kelompok desil 9 dan 10 disebut masih ikut menikmati fasilitas dari negara tersebut.

Padahal, subsidi senilai ratusan triliun rupiah yang dikucurkan pemerintah seharusnya hanya dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak menerima.

"Ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," beber Bahlil.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar