Basarnas Sebut Korban KMP Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 238 Orang

Selasa, 04/08/2026 13:57 WIB
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi. (Istimewa).

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi. (Istimewa).

law-justice.co - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan bahwa operasi pencarian korban kebakaran kapal motor penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8), terus dilakukan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa pihaknya mencatat jumlah korban yang telah dievakuasi bertambah dari data sehari sebelumnya, menjadi 238 orang.

"Kalau kemarin kita sampaikan 233, total update sekarang 238 korban," katanya di posko terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8).

Syafii merinci, dari jumlah tersebut, sebagian korban masih dalam perjalanan menuju Surabaya setelah sebelumnya dievakuasi sementara di Pulau Masalembu.

"Dengan rincian terakhir bahwa yang masih dalam perjalanan ada 62 korban yang kita evakuasi dari Pulau Masalembu menuju ke Surabaya," ucapnya.

Dia menambahkan kapal yang membawa 62 korban itu semula diperkirakan bakal tiba siang menjelang sore ini di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Namun kondisi cuaca membuat perjalanan sedikit terlambat.

"Yang kita perkirakan bahwa kapal ini akan sampai jam 10.00 WIB sampai jam 11.00 WIB ternyata karena kondisi ombak sehingga perjalanan akan memakan waktu kurang lebih delay sampai 2-3 jam," ucapnya.

Lebih lanjut, Syafii memastikan operasi pencarian korban di lokasi kejadian masih terus berjalan dengan melibatkan unsur Basarnas Surabaya.

"Operasi pencarian tetap kita laksanakan. Ada KN SAR 249 Permadi dari Basarnas Surabaya masih melaksanakan operasi. Tentunya operasi akan disesuaikan dengan konsep operasi yang dikeluarkan oleh Basarnas Command Center yang ada di kantor pusat," ujar dia.

Mengenai batas waktu operasi pencarian, Syafii menjelaskan pihaknya masih akan melakukan pencocokan data jumlah korban dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pihak perusahaan pelayaran selaku pemilik kapal.

"Dari hasil evakuasi korban yang telah terevakusasi nanti akan kita cross-check data itu kepada pihak KSOP dan juga dari owner," ucapnya.

Dia menegaskan operasi baru akan dihentikan apabila seluruh korban telah dipastikan terevakuasi sesuai dengan data yang ada.

"Dan kalau semua semuanya yang kita harapkan adalah sesuai bahwa seluruh korban telah terevakusasi, tentunya operasi akan segera kita hentikan," ujarnya.

Meski tidak ada laporan keluarga kehilangan yang masuk, Syafii menyatakan operasi tetap dilanjutkan, untuk memastikan seluruh korban telah terevakuasi.

Terkait kemungkinan pencarian korban di dalam bangkai kapal, Syafii mengatakan pihaknya akan lebih dulu mengonfirmasi seluruh data korban yang telah dievakuasi kepada KSOP dan perusahaan pemilik kapal sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Saya sampaikan bahwa seluruh korban yang terevakusasi ini rencana akan kita konfirmasikan kepada KSOP maupun kepada dari owner. Kalau semua data itu sudah sesuai, tentunya dengan cepat operasi bisa kita selesaikan," pungkasnya.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar