Paredes dan AFA Terancam Sanksi FIFA Pasca Ricuh di Final Piala Dunia
Leandro Paredes (dua dari kanan) terancam sanksi berat FIFA usai ricuh di final Piala Dunia 2026. (REUTERS/Mike Segar)
law-justice.co - Leandro Paredes dan federasi sepak bola Argentina (AFA) terancam sanksi berat FIFA imbas ricuh setelah final Piala Dunia 2026.
Selepas pertandingan final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York, Amerika Serikat, Minggu (19/7), terjadi kericuhan antarpemain, di mana Paredes menjadi pusatnya.
Paredes kedapatan melakukan tindakan agresif kepada Eric Garcia dan Gavi. Insiden ini berawal dari tindakan Nahuel Molina kepada Rodri yang sedang merayakan gelar juara.
Tindakan Molina ini membuat Rodri dan Gavi melakukan teguran. Saat itulah Paredes masuk dan melakukan tindakan agresif ke Gavi. Karena tindakan ini Paredes mendapat kartu merah.
Mengacu Kode Disiplin FIFA, sebagaimana dilansir dari Mundo Deportivo, Paredes terancam sanksi larangan minimal tiga pertandingan pertandingan karena perilaku agresifnya.
"Setidaknya tiga pertandingan atau jangka waktu yang sesuai untuk menyerang [termasuk menyikut, meninju, menendang atau menggigit; meludah atau memukul] lawan." Begitu bunyi Kode Disiplin FIFA.
Tak hanya Paredes, asisten Lionel Scaloni, Fabian Ayala bisa mendapat sanksi serupa karena terlibat perkelahian dengan Dani Olmo dan Eric Garcia dalam rentang yang sama dengan Paredes.
AFA juga terancam sanksi berupa denda atas insiden penyerah trofi Piala Dunia 2026. Dalam prosesi tersebut pemain Argentina balik badan untuk memunggungi panggung utama.
FIFA pun telah membuat pernyataan resmi akan menginvestigasi insiden pada final Piala Dunia 2026. FIFA tak akan segan memberikan sanksi keras kepada para pelanggar Kode Disiplin.

Komentar