AlasanXi Jinping Mulai Depak Loyalisnya Jelang Kongres ke-21 CCP
Presiden China Xi Jinping. (Foto: Reuters)
Ratusan jenderal dan sejumlah petinggi militer disebut terseret kampanye antikorupsi yang menjadi salah satu ciri kepemimpinannya.
Namun menurut Dennis Wilder, profesor di Georgetown University dan Texas A&M University sekaligus mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSC), pembersihan yang lebih penting justru berlangsung jauh dari sorotan publik.
Dalam analisisnya, Wilder berpendapat bahwa Xi kini secara sistematis membongkar jaringan politik Wang Qishan, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern Partai Komunis China (CCP) sekaligus mantan sekutu dekat Xi sendiri.
Meski Wang belum didakwa melakukan tindak pidana apa pun, Wilder menyebut mantan anggota Komite Tetap Politbiro itu kini hidup dalam kondisi yang menyerupai tahanan rumah di Beijing.
"Nama Wang tidak lagi pernah disebut di media resmi China sejak Oktober 2023.," ujar Wilder dalam pernyataannya di The Diplomat.
Ia menambahkan bahwa yang menjadi sasaran bukan hanya Wang secara pribadi, tetapi juga jaringan patronase yang dibangunnya selama puluhan tahun berkarier di pemerintahan. Contoh terbaru adalah penyelidikan terhadap Li Xiaohong, mantan sekretaris pribadi Wang yang sebelumnya menjadi pejabat disiplin di China Securities Regulatory Commission.
Tokoh berpengaruh di balik reformasi ekonomi
Menurut Wilder, Wang bukanlah pejabat biasa. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai salah satu arsitek reformasi ekonomi China dan pernah memainkan peran penting dalam pembentukan pasar modal modern, pengembangan China Construction Bank, serta pendirian China International Capital Corporation bersama Morgan Stanley.
Ia juga membantu China menghadapi Krisis Keuangan Asia 1998 dan Krisis Keuangan Global 2008. Saat itu, Wang dikenal memiliki hubungan yang erat dengan para pejabat keuangan Barat.
Wilder bahkan mengisahkan pengalamannya saat bertugas di Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat pada 2008. Menurutnya, kerja sama antara Menteri Keuangan AS saat itu, Hank Paulson, dan Wang membantu meredam gejolak setelah runtuhnya Lehman Brothers.
"Ia selalu terbuka untuk pengunjung internasional.," jelas Wilder.
Ia juga menyebut Wang sebagai salah satu "reformis ekonom sejati terakhir."
Setelah Xi Jinping berkuasa, Wang dipercaya memimpin kampanye antikorupsi nasional yang menjadi salah satu instrumen utama konsolidasi kekuasaan Xi.
Loyalis yang kini disingkirkan
Wilder mengaku mulai melihat tanda-tanda melemahnya posisi Wang pada 2018 ketika bertemu langsung dengannya di kompleks Zhongnanhai sebagai bagian dari delegasi Brookings Institution.
Alih-alih tampil percaya diri seperti sebelumnya, Wang disebut beberapa kali menegaskan bahwa seluruh keputusan berada di tangan Xi Jinping.
Bagi Wilder, perubahan itu menjadi indikasi awal bahwa posisi politik Wang mulai tergerus.
Dalam beberapa tahun terakhir, sedikitnya empat mantan sekretaris pribadi Wang telah dijatuhi hukuman atau sedang menjalani penyelidikan. Selain itu, sejumlah pejabat senior di China Construction Bank dan China International Capital Corporation-dua institusi yang pernah dipimpin Wang-juga menjadi sasaran investigasi.
Menurut Wilder, pola tersebut menunjukkan bahwa Xi tidak hanya menargetkan individu, tetapi juga berupaya membongkar seluruh jaringan pengaruh Wang.
Antikorupsi atau Politik?
Pemerintah China menegaskan bahwa seluruh penyelidikan merupakan bagian dari kampanye pemberantasan korupsi. Xi Jinping sendiri menegaskan bahwa tidak boleh ada tempat berlindung bagi pejabat korup.
Namun Wilder mempertanyakan penjelasan tersebut.
Ia mencatat bahwa sejumlah dakwaan terhadap pejabat tinggi tidak hanya menyangkut korupsi, tetapi juga menyinggung tuduhan sebagai "pria "berwajah dua atau menunjukkan "loyalitas palsu." Di sisi lain, menurutnya, sangat sedikit figur yang dekat dengan keluarga Xi menjadi sasaran penyelidikan.
Karena itu, Wilder menilai kampanye tersebut tidak bisa dipisahkan dari dinamika politik internal Partai Komunis China.
Menurutnya, secara historis para pemimpin senior yang telah pensiun tetap memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kepemimpinan partai. Wang, dengan reputasi serta jaringan luas yang dimilikinya, dinilai masih memiliki bobot politik yang signifikan.
"Keputusan Xi untuk menargetkan salah satu pemimpin Partai Komunis China yang paling dapat diandalkan mungkin dimaksudkan untuk memastikan bahwa Wang dan para sesepuh lainnya tidak menghalangi ambisi Xi untuk masa jabatan keempat," tutur Wilder.
Ia menambahkan bahwa Wang tidak pernah menunjukkan perlawanan terhadap Xi. Sebaliknya, Wang dikenal sebagai salah satu loyalis yang membantu memperkuat posisi Xi selama satu dekade terakhir.
Namun menurut Wilder, hal itu tidak cukup.
"Xi sangat paranoid dan reputasi Wang, pengaruh politik yang diasumsikan, serta jaringan luasnya di dalam PKT kemungkinan besar terlalu mengintimidasi bagi Xi untuk ditoleransi.," katanya.
Menjelang Kongres Partai
Bagi Wilder, apa yang terjadi pada Wang Qishan merupakan bagian dari pola yang lebih luas.
Selain membersihkan jaringan Wang, Xi juga telah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap elite militer dalam beberapa tahun terakhir.
Analisis Wilder tentu merupakan interpretasi atas dinamika politik elite China, sementara pemerintah Beijing tetap menyatakan berbagai penyelidikan dilakukan semata-mata untuk memberantas korupsi dan menegakkan disiplin partai.
Meski demikian, Wilder memperkirakan konsolidasi kekuasaan Xi akan terus berlanjut menjelang Kongres Partai ke-21.
"Saat Xi berupaya terus mendominasi politik China setelah Kongres Partai ke-21 tahun depan, hal yang sama kemungkinan akan terjadi di saat ia melihat ancaman terhadap kekuasaannya," pungkas Wilder.

Komentar