Cek Saham Berpeluang Cuan Pekan Ini saat IHSG Diprediksi Hijau Lagi
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta - (ANTARA)
law-justice.co - Pada penutupan perdagangan hari Jumat 12 Juni 2026 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 121,62 poin atau naik 2,07 persen.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp21,68 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,47 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat tiga hari, sementara dua hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks tercatat menanjak hingga 7,38 persen sepanjang pekan kemarin.
Senada, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 8 sampai dengan 12 Juni 2026 perdagangan saham ditutup mayoritas pada zona positif.
Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 7,31 persen dari Rp9.807 triliun menjadi Rp10.524 triliun pada pekan lalu. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 7,46 persen dari 33,63 miliar menjadi 36,14 miliar lembar saham.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 7,07 persen dari Rp26,97 triliun menjadi Rp25,06 triliun.
Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami kenaikan yakni sebesar 4,14 persen dari 2,41 juta kali transaksi menjadi 2,51 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp287,84 miliar dan sepanjang 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp67,344 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (12/6).
Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan pergerakan indeks saham pada awal pekan depan, yakni Senin (15/6), akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 5.858 dan resistance 6.165, didukung indikator MACD dan RSI yang menunjukkan penguatan tren.
Menurut Oktavianus, pasar akan mencermati sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi menjadi katalis pergerakan saham dalam beberapa hari ke depan.
"Pasar akan cenderung merespons positif peluang perdamaian AS-Iran karena dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset berisiko dan meredakan tekanan inflasi seiring normalisasi harga minyak mentah dunia," ujarnya seperti melansir cnnindonesia.com, Minggu (14/6).
Selain perkembangan geopolitik tersebut, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dinilai menjadi faktor pendukung pasar. Rupiah yang bergerak menguat di bawah Rp18 ribu per dolar AS diperkirakan akan mendapat respons positif dari investor.
Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari kebijakan pemerintah yang menekankan disiplin fiskal melalui penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Langkah tersebut dinilai memperkuat komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pasar juga menyoroti klarifikasi terkait skema ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Tidak adanya mekanisme gross split dinilai dapat mengurangi potensi gangguan arus kas eksportir sehingga memberikan kepastian yang lebih baik bagi pelaku usaha.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN yang ditutup menguat 12,75 persen ke posisi 3.450 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi AMMN dapat menyentuh level 4.060 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Darma Henwa Tbk atau DEWA yang ditutup menguat 12,24 persen ke posisi 330 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi DEWA dapat menyentuh level 392 pada pekan ini.
Ketiga, dia juga merekomendasikan PT Harum Energy Tbk atau HRUM yang ditutup menguat 10,56 persen ke level 785 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi HRUM dapat menyentuh level 910 pada pekan ini.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih memiliki peluang melanjutkan penguatan secara terbatas dalam sepekan ke depan. Pergerakan IHSG diperkirakan berada pada area support 5.825 dan resistance 6.112.
Menurut Herditya, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah sentimen penting, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham.
"Investor masih menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan tetap higher for longer, keputusan BI rate yang secara konsensus diproyeksikan naik ke level 6 persen, serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah," ujar Herditya.
Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HMSP yang ditutup menguat 1,68 persen ke level 605 pada pekan lalu. Ia memproyeksi HMSP dapat menyentuh level 670 pada pekan ini.
Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk atau INDY yang ditutup menguat 18,32 persen ke level 2.260 pada pekan lalu. Ia memproyeksi INDY dapat menyentuh level 2.810 pada pekan ini.
Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau NCKL yang ditutup menguat 13,38 persen ke level 890 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan NCKL dapat menyentuh level 990 pada pekan ini.



Komentar