Tahun Ini Anak Usaha Telkom Dipangkas dari 69 Jadi 19 Perusahaan
Tahun Ini Anak Usaha Telkom Dipangkas dari 69 Jadi 19 Perusahaan. (Istimewa).
law-justice.co - COO Danantara yang juga merupakan Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menyatakan bahwa anak perusahaan PT Telkom Indonesia akan dipangkas dari 67 menjadi 19 entitas pada akhir 2026.
Dia memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan imbas pemangkasan anak perusahaan Telkom tersebut.
Menurut Dony, dari 48 anak usaha yang dipangkas nantinya sebanyak 14 perusahaan bakal ditutup, lalu sisanya dimerger. Dia pun memastikan tidak ada PHK dalam proses ini karena pegawai akan bergabung dengan perusahaan yang tetap ada.
"Kan banyak konsolidasi. Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsol ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger," ujarnya ditemui usai rapat tertutup dengan Komisi VI DPR RI, Senin (8/6).
Sebelumnya, Dony memang bertemu dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia Seno Soemadji untuk membahas perkembangan pelaksanaan streamlining dan transformasi bisnis Telkom Group.
Pada pertemuan (25/5) tersebut, Telkom memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif.
Dony menegaskan transformasi dan streamlining yang dijalankan Telkom Group menjadi bagian penting dalam memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri digital yang terus berubah.
"Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional," kata Dony dalam keterangan resmi.
Sebagai bagian dari agenda transformasi tersebut, sejumlah program prioritas juga terus dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, dan InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group guna mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.




Komentar