Israel Culik 2 Pemain Timnas Sepak Bola Putri Palestina
Israel Culik 2 Pemain Timnas Sepak Bola Putri Palestina. (Istimewa).
law-justice.co - Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) secara resmi mengecam keras atas penangkapan dua pemain timnas putri Palestina, Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah, oleh otoritas Israel pada Selasa (2/6).
Dalam pernyataan resminya, PFA menyebut kedua pemain tersebut merupakan pesepak bola putri yang telah mewakili Palestina di level junior maupun senior.
"Asosiasi Sepak Bola Palestina mengutuk sekeras-kerasnya penangkapan tidak adil terhadap pemain tim nasional wanita Palestina Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah oleh pihak berwenang Israel hari ini," tulis PFA dalam pernyataan resminya yang dimuat di Instagram.
"Rard dan Natalia adalah pemain internasional muda yang dengan bangga mewakili Palestina di tingkat junior dan senior," tulis PFA menambahkan.
PFA menilai penangkapan tersebut bukan insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola penargetan terhadap atlet Palestina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
"Penangkapan mereka bukanlah insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola penargetan sistematis terhadap atlet Palestina yang telah didokumentasikan dengan baik, yang terus berlanjut tanpa pertanggungjawaban," tulis PFA.
PFA juga menegaskan bahwa berbagai pembatasan yang dialami atlet Palestina merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, statuta FIFA, serta prinsip-prinsip dalam Piagam Olimpiade.
Menurut PFA, pemain Palestina kerap menghadapi hambatan dalam kebebasan bergerak, keamanan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.
"Apa yang dialami para pemain sepak bola Palestina bukanlah `kekhawatiran`, melainkan pelanggaran dan penyimpangan nyata terhadap hukum internasional, statuta FIFA, dan prinsip-prinsip dasar Piagam Olimpiade. Para pemain Palestina secara rutin ditolak kebebasan bergerak, keamanan, dan hak dasar untuk berpartisipasi dalam olahraga dengan kondisi yang sama, hak-hak yang secara eksplisit dijamin FIFA kepada semua pemain di seluruh dunia tanpa diskriminasi," tulis PFA.
Selain itu, PFA mengkritik sikap komunitas sepak bola internasional yang dinilai belum mengambil langkah konkret terkait berbagai laporan pelanggaran yang selama ini disampaikan melalui jalur resmi.
PFA juga menilai belum adanya tindakan tegas terhadap Israel telah memunculkan persepsi adanya penerapan aturan yang tidak konsisten dalam sepak bola global.
"Keheningan dan ketidakpedulian yang terus berlanjut dari komunitas sepak bola internasional tidak hanya mencerminkan standar ganda, tetapi juga memungkinkan praktik-praktik ilegal ini terus berlanjut tanpa hukuman. Selama bertahun-tahun, Asosiasi Sepak Bola Palestina telah mengangkat pelanggaran-pelanggaran ini melalui saluran resmi, namun hingga hari ini, belum ada tindakan serius atau persiapan yang diambil terhadap Israel dalam sistem sepak bola global. Kegagalan ini hanya memperkuat persepsi dan realitas penegakan aturan yang selektif," tulis PFA.
"Jika FIFA ingin menegakkan statuta-nya sendiri, yang berkaitan dengan hak asasi manusia, non-diskriminasi, dan perlindungan integritas permainan, maka tindakan tegas harus diambil. Akuntabilitas tidak dapat bersifat opsional, dan tidak dapat diterapkan secara selektif."
"PFA menyerukan kepada FIFA, konfederasi kontinental, dan komunitas olahraga internasional yang lebih luas untuk melangkah lebih jauh dari sekadar pernyataan dan mengambil tindakan disiplin konkret dalam kerangka sepak bola untuk mengatasi pelanggaran yang terus berlanjut ini. Penargetan terhadap atlet Palestina harus diakhiri. Impunitas harus diakhiri. Standar ganda harus diakhiri. Kebebasan untuk Rand Al Halawani dan Nadine Abu Dayyah. Keadilan untuk sepak bola Palestina," tutup PFA.
Lihat postingan ini di Instagram




Komentar