Israel Kembali Serang Prancis, Desak Sidang Darurat DK PBB
Ilustrasi: Potret sebuah kota di Lebanon Selatan yang porak poranda akibat perang. (Antara)
Pemerintah Prancis mendesak digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul eskalasi operasi militer Israel di Lebanon Selatan. Paris menilai langkah Tel Aviv memperluas penetrasi militernya ke wilayah Lebanon sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.
Prancis secara resmi meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat untuk membahas perkembangan terbaru konflik Israel-Lebanon yang terus memanas. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan pemerintahnya telah mengajukan permintaan tersebut sebagai respons atas operasi militer Israel yang semakin meluas di wilayah Lebanon Selatan. "Saya telah meminta dilakukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB," ujar Barrot dalam wawancara dengan BFM TV pada Minggu (32/5).
Barrot menegaskan bahwa tindakan militer Israel di Lebanon tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, invasi ke wilayah negara tetangga merupakan "kesalahan serius" yang berisiko memperbesar konflik regional. Ia menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan keberlanjutan operasi militer Israel di Lebanon maupun upaya penguasaan wilayah yang lebih luas di negara tersebut.
Pernyataan keras Paris muncul setelah otoritas pertahanan Israel mengumumkan keberhasilan pasukan Israel Defense Forces (IDF) merebut Kastil Beaufort, salah satu titik strategis di Lebanon Selatan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, selanjutnya memerintahkan militer untuk memperluas operasi terhadap kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, sekaligus memperketat kontrol keamanan di sejumlah wilayah perbatasan Lebanon Selatan.
Perluasan operasi militer tersebut memicu balasan dari Hizbullah melalui rentetan serangan roket yang menyasar sejumlah kota di wilayah utara Israel. Sirene peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi di Kiryat Shmona, Nahariya, Safed, Karmiel, dan sejumlah kawasan lainnya. Meningkatnya ancaman keamanan membuat otoritas sipil Israel memperketat aturan kegiatan publik dan operasional lembaga pendidikan di wilayah utara negara itu.
Eskalasi terbaru ini menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik lintas batas antara Israel dan Hizbullah menjadi konfrontasi regional yang lebih besar. Desakan Prancis untuk membawa isu tersebut ke forum DK PBB menunjukkan semakin kuatnya tekanan diplomatik terhadap upaya penghentian operasi militer dan pencegahan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.




Komentar