Timwas Haji DPR Soroti Kualitas Layanan Jemaah Haji 2026

Minggu, 24/05/2026 19:09 WIB
Ilustrasi: Umat Islam memadati Jabal Rahmah jelang wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). Jutaan jamaah haji dari berbagai negara berkumpul di Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan rukun haji pada prosesi puncak ibadah haji 1445 H. (Antara via Kompas)

Ilustrasi: Umat Islam memadati Jabal Rahmah jelang wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). Jutaan jamaah haji dari berbagai negara berkumpul di Arafah untuk melaksanakan wukuf yang merupakan rukun haji pada prosesi puncak ibadah haji 1445 H. (Antara via Kompas)

[INTRO]

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menegaskan bahwa kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia harus tetap menjadi prioritas dan tidak boleh dikurangi dengan alasan apa pun, termasuk karena keikhlasan jemaah dalam menjalankan ibadah. Selain itu, kesejahteraan petugas haji juga dinilai perlu mendapat perhatian serius demi mendukung kelancaran layanan di Tanah Suci.

Anggota Timwas Haji DPR RI Sari Yuliati, menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi jemaah haji Indonesia di Hotel Lulua Al Masher No. 423, Makkah, Minggu (24/5/2026). Dalam kunjungan itu, ia menerima sejumlah aspirasi dari jemaah terkait variasi menu makanan serta kondisi petugas yang bertugas di lapangan.

Menurut Sari, seluruh masukan yang diterima akan dibawa dalam rapat bersama Amirul Hajj dan Kementerian Haji Arab Saudi untuk dicarikan solusi menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. "Hari ini kami menerima beberapa catatan dari jamaah, terutama soal variasi menu makanan. Selain itu, mereka juga menginginkan perhatian terhadap kesejahteraan petugas," ujar Sari.

Ia menegaskan bahwa DPR melalui Timwas Haji akan memastikan setiap aspirasi jemaah menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. "Setelah ini kami akan rapat dengan Amirul Hajj dan Kementerian Haji untuk mengumpulkan aspirasi para jemaah, kemudian kita bahas bersama dan mencarikan solusinya," katanya.

Politisi Partai Golkar itu juga menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin hak-hak jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Karena itu, menurutnya, tidak boleh ada pihak yang menjadikan keikhlasan jemaah sebagai alasan untuk mengurangi standar pelayanan. "Tidak ada satu pun yang kita tolerir yang memanfaatkan keikhlasan para jamaah dalam beribadah," tegasnya.

Sari menambahkan, pelayanan yang optimal sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah sehingga mereka dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan khusyuk. "Yang kita harapkan adalah jamaah bisa beribadah dengan sehat wal afiat sehingga bisa menjalankan rukun haji dengan khusyuk," tuturnya.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar