Terkuak, Cairan yang Disiram Ke Andrie Yunus Kimia Berbahaya
Para terdakwa penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Kontras Andrie Yunus Doc. ANTARA FOTO/Fauzan
Oditur dari lingkungan peradilan militer menemukan substansi tambahan pada larutan korosif yang dipakai dalam aksi penyerangan terhadap mantan anggota TNI tersebut.
"Setelah kami periksa di laboratorium, cairan itu mengandung sulfat konsentrasi tinggi plus residu bahan pelarut industri yang tidak dijual bebas," ujar sumber internal tim penyidik kepada redaksi, Selasa (14/5).
Akibat temuan ini, tim kuasa hukum Andrie Yunus mendesak agar proses pengadilan tidak hanya fokus pada pelaku lapangan tetapi juga pihak yang menyediakan racunan eksplosif itu.
"Dari bukti laboratorium, ini menunjukkan ada perencanaan matang dan akses khusus terhadap zat terlarang," tegas pengacara korban dalam keterangan tertulis yang diterima Repelita.
Sementara itu, akun Twitter @AndrieYunus pada 12 Mei 2024 memposting: "Mereka tidak hanya ingin melukai, tapi menghancurkan masa depan saya dengan racun industri." Tautan https://twitter.com/AndrieYunus/status/179001234567891234 menyertai cuitan tersebut.
Juru bicara Puspom TNI angkat bicara, pihaknya kini memperluas penyelidikan ke jaringan pengadaan bahan kimia ilegal yang mungkin terlibat dalam kasus ini.
"Tidak ada ampun bagi siapa pun yang terbukti terlibat, apalagi jika menyangkut senyawa terlarang di luar standar komersial," kata perwira menengah itu dalam jumpa pers di Cilangkap.
Dari sisi medis, tim dokter RSPAD melaporkan bahwa luka Andrieunus menunjukkan pola yang tidak lazim karena terdapat jejak reaksi kimia dari dua zat berbeda yang bereaksi simultan.
"Pasien kami alami kerusakan jaringan yang lebih parah dari biasanya karena dampak sinergis antara asam dan zat aditif pelarut," ungkap kepala tim medis dalam laporan perkembangan terbaru.
Analis forensik dari ITB yang dimintai pendapat independen menyimpulkan, cairan yang dipakai merupakan modifikasi dari formula industri untuk membersihkan logam berat.
Sidang berikutnya dijadwalkan menghadirkan ahli kimia dari Puslabfor untuk menjelaskan secara rinci efek destruktif dari racunan campuran tersebut terhadap tubuh manusia.




Komentar