Lagi-lagi Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Dihentikan

Minggu, 10/05/2026 22:42 WIB
Ilustrasi: Menu MBG. (Antara via Detik)

Ilustrasi: Menu MBG. (Antara via Detik)

[INTRO]

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Nasdem Irma Suryani Chaniago mendesak operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang, Jakarta Timur, dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa 252 siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Irma menilai Badan Gizi Nasional (BGN) lalai dalam pengawasan dan meminta tiga petugas BGN yang ditempatkan di SPPG segera dievaluasi.

Irma mengatakan BGN seharusnya melakukan pengawasan ketat terhadap proses penyediaan makanan, termasuk memastikan standar keamanan pangan dijalankan dengan benar. Menurut dia, keberadaan tiga tenaga BGN di setiap SPPG harus benar-benar difungsikan sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Ia juga mempertanyakan peran ahli gizi di SPPG serta asal-usul menu pangsit tahu yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa mengalami gejala keracunan. “Pangsitnya dibuat sendiri atau beli? Ini harus diinvestigasi,” ujarnya, Minggu (10/5/2026) sebagaimana dilansir Detik.

Politikus NasDem itu menyebut kualitas layanan SPPG di sejumlah daerah mulai membaik setelah BGN melakukan suspend terhadap dapur yang dinilai bermasalah. Karena itu, ia meminta langkah serupa diterapkan terhadap SPPG Pulogebang. Selain itu, Irma kembali menyoroti kerja sama antara BGN dan Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait pengawasan keamanan pangan. Ia mengkritik sertifikasi laik higienis yang diduga diterbitkan tanpa pemeriksaan lapangan.

Sebelumnya, Kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur. Dalam peristiwa terbaru ini, sebanyak 252 siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan pada Jumat (8/5). Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur, mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu MBG. Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari menu pangsit isi tahu yang disebut memiliki rasa masam. 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pihaknya bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan penjamah makanan, serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). "Dinas Kesehatan melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Bentuk pembinaan dan pengawasan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanannya dan penerbitan SLHS," kata Ani saat dimintai konfirmasi, Sabtu (9/5).

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar