Situasi Panas! AS Kirim 3 Kapal Induk Dekati Iran, Dunia Waspada

Minggu, 26/04/2026 16:58 WIB
Rudal Khusus diLaut Qader Terjang Kapal Induk Amerika Abraham Lincoln   (berbagai sumber)

Rudal Khusus diLaut Qader Terjang Kapal Induk Amerika Abraham Lincoln (berbagai sumber)

law-justice.co -  

 


Upaya perundingan damai Amerika Serikat-Iran tidak jelas. Perunding kedua negara batal bertemu lagi di Pakistan. Pada Sabtu (25/4/2026) sore waktu Washington DC atau Minggu pagi WIB, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan keberangkatan delegasi AS ke Pakistan.

 

Sementara itu Amerika Serikat (AS) sudah mengerahkan tiga kapal induk di kawasan Timur Tengah dan sekitar Iran. Ketiga kapal induk itu meliputi USS George H W Bush, USS Abraham Lincoln, dan USS Gerald R Ford yang mengepung Iran dari berbagai sisi.

Teranyar baru tiba ialah USS George H W Bush. Kapal induk kelas Nimitz itu tiba pada Kamis (23/4) lalu.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan USS George H W Bush resmi masuk ke area tanggung jawab operasi militer Amerika di Timur Tengah.

CENTCOM juga mengunggah gambar USS Bush dengan dek kapal yang dipenuhi pesawat tempur. Kapal induk kedua USS Gerald R. Ford saat ini beroperasi di Laut Merah, sedangkan USS Abraham Lincoln juga berada di sekitar wilayah tersebut.

 
Pengerahan tertinggi dalam dua dekade terakhir ini terjadi di tengah belum jelasnya akhir perang Iran dan Presiden Donald Trump menolak memberi tenggat penyelesaian konflik.

Seorang pejabat AS menyebut Washington saat ini juga memiliki 19 kapal perang lain di Timur Tengah dan tujuh kapal di Samudra Hindia. Jumlah itu belum termasuk USS George H W Bush beserta kapal perusak pengawalnya.

Jika Kapal induk Bush benar-benar tambahan baru dan bukan pengganti rotasi, maka pengerahan ini menjadi salah satu konsentrasi kekuatan laut terbesar AS sejak invasi Irak pada 2003 silam.


Selain itu Trump pada Kamis (23/4) juga meminta Angkatan Laut AS membinasakan setiap kapal yang menebar ranjau di Selat Hormuz.

Trump kembali memperlihatkan kejengkelannya atas Iran yang masih menutup Selat Hormuz dan ogah melakukan negosiasi lanjutan dengan AS di Pakistan.

"Tembak dan hancurkan kapal apa pun, meskipun kapal kecil (Semua kapal angkatan laut mereka, 159 di antaranya, berada di dasar laut!), yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz" dalam unggahan di media sosial miliknya, Truth Social.

Diberitakan alasan ogah negosiasi   yang paling akhir adalah  pada Sabtu (25/4/2026) sore waktu Washington DC atau Minggu pagi WIB, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan keberangkatan delegasi AS ke Pakistan.  Mereka dapat menghubungi kami kapan saja mereka mau. Akan tetapi, Anda tidak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi untuk duduk-duduk membicarakan hal yang tidak penting,” ujarnya.

 

 

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar