Pernah Masuk Bursa Kabinet, Kini Rocky Gerung Melempem ke Prabowo
Rocky Gerung, Jokowi, Prabowo. (Rancah).
law-justice.co - Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto menyatakan bahwa Pengamat Politik, Rocky Gerung pernah masuk bursa kabinet sejak Pilpres 2019.
Dia menyinggung sikap Rocky yang dinilai lembek terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto, namun tetap tajam terhadap Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
"Menurut saya Rocky Gerung tidak berubah: tajam kepada Jokowi & keluarganya, tetapi mendadak tumpul kepada Prabowo. Sejak Pilpres 2019 pun namanya sempat disebut masuk bursa kabinet," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (9/9).
Dia menambahkan, publik seharusnya tidak kaget dengan sikap Rocky saat ini.
"Ada yang baru sadar sekarang? Kami sudah 10 tahun menghadapinya. Dia bukan pengkritik kekuasaan, cuma konsisten anti-Jokowi & keluarganya," imbuhnya.
Dede menilai wajar jika Rocky kini terlihat melempem.
"Jadi kalau hari ini terlihat “melempem”, ya wajar, memang loyalis. Mungkin juga sudah capek terus-terusan di luar kekuasaan, usia makin menua," tandasnya.
Sebelumnya, Rocky mengaku sangat mengkritik keras Jokowi atas proyek-proyek seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan beban utang Kereta Cepat Whoosh.
Rocky menegaskan dia tidak bisa mengkritik Prabowo dengan cara yang sama seperti mengkritik Jokowi. Menurutnya, beban kesalahan dari proyek IKN dan utang Whoosh pada dasarnya dirancang di era Jokowi, sehingga kritik terkait akar masalah proyek tersebut dialamatkan ke Jokowi.
Namun, dia menegaskan tetap akan mengkritik Prabowo jika anggaran negara terus dihamburkan untuk melanjutkan kebijakan bermasalah tersebut.




Komentar