Kantor Pemenang Tender Motor Listrik MBG Sempat Dijaga Polisi, Kenapa?

Selasa, 14/04/2026 13:42 WIB
Kantor Pemenang Tender Motor Listrik MBG Sempat Dijaga Polisi, Kenapa? (Istimewa).

Kantor Pemenang Tender Motor Listrik MBG Sempat Dijaga Polisi, Kenapa? (Istimewa).

law-justice.co - Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, Kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, pemenang tender pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN), di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dijaga sejumlah polisi.

Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya mengatakan, penjagaan tersebut dilakukan usai pemberitahuan aksi unjuk rasa di kantor tersebut.

"Jadi kan kalau mau melakukan unjuk rasa ada izin dan pemberitahuan, maka dari itu dari pihak polsek hanya melakukan penjagaan pengamanan aksi saja," ujar Reza saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (13/4/2026).

Sebelum pengamanan dilakukan, polisi yang berjaga menggelar apel.

Namun, massa aksi itu tak kunjung datang hingga sore hari. Polisi pun membubarkan diri dari depan kantor tersebut.

"Sampai kami membubarkan diri itu tidak ada massa aksi yang datang. Kami selesai membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB," kata Reza.

Reza memastikan, polisi yang berjaga saat itu tidak membawa senjata api.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Senin pagi, suasana depan kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, tampak lengang.

Bangunan kantor perusahaan tersebut berwarna putih dengan pagar tinggi berwarna cokelat yang menutupi pandangan ke dalam halaman.

Tidak terlihat adanya papan identitas yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan kantor suatu perusahaan.

Satu-satunya penanda yang tampak hanyalah nomor bangunan, yakni 1850.

Di lantai dua bangunan tersebut terdapat tiga jendela kaca berbingkai hitam yang menghadap ke arah jalan.

Beberapa kali terlihat pengendara ojek online berhenti di depan bangunan tersebut dan menurunkan penumpang yang kemudian masuk ke dalam.

Sejumlah orang juga tampak hilir mudik menuju bangunan putih berlantai tiga yang berada tepat di seberangnya.

Di depan bangunan tiga lantai tersebut, terlihat dua unit motor listrik terparkir di dekat pintu masuk.

Diketahui, isu sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi perbincangan warganet. Pengadaan sepeda motor listrik berlogo BGN menjadi polemic usai viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @NOVIR007 pada Senin (6/4/2026), dinarasikan bahwa terdapat 70.000 unit sepeda motor khusus untuk wilayah Jawa Barat.

Publik pun mempertanyakan terkait pengadaan serta peruntukan kendaraan tersebut bagi program MBG.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana membenarkan sepeda motor listrik tersebut milik BGN untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dadan mengungkap urgensi dari pembelian 21.800 sepeda motor listrik seharga Rp 42 juta untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Motor listrik tersebut diperlukan dapur MBG untuk menjangkau daerah yang sulit.

"Program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," ujar Dadan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dadan menekankan, motor listrik tersebut tidak hanya dipakai oleh Kepala SPPG saja, melainkan karyawannya juga boleh memakai.

Meski demikian, Dadan menegaskan pengadaan motor listrik di tahun 2026 kini telah disetop.

"Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian, karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," imbuh dia.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar