PM Pakistan: Perwakilan AS-Iran Hadiri Perundingan di Islamabad

Sabtu, 11/04/2026 14:50 WIB
Delegasi Iran tiba di Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan dengan AS, pada 10 April 2026. Foto/Telegram/Kantor Berita IRIB

Delegasi Iran tiba di Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan dengan AS, pada 10 April 2026. Foto/Telegram/Kantor Berita IRIB

law-justice.co - Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Iran dipastikan menghadiri perundingan gencatan senjata yang digelar di Islamabad pada Sabtu (11/4) waktu setempat. Namun Sharif mengingatkan bahwa kemajuan dalam perundingan akan membutuhkan kerja keras.

Delegasi Iran yang dipimpin oleh ketua parlemen negara tersebut, Mohammad Bagher Ghalibaf, seperti dilansir AFP, Sabtu (11/4/2026), telah tiba terlebih dahulu di Islamabad. Sedangkan delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance sedang dalam penerbangan ke Pakistan.

"Sebagai tanggapan atas undangan tulus saya, para pemimpin kedua negara akan datang ke Islamabad. Di sana, negosiasi akan digelar untuk mewujudkan perdamaian," jelas Sharif dalam pidatonya pada Jumat (10/4) waktu setempat.

Di Islamabad, semua rute menuju Hotel Serena, yang lokasi perundingan, diblokir dengan pengamanan ketat. Spanduk-spanduk besar dan papan digital di sepanjang jalan raya Islamabad mengumumkan apa yang disebut sebagai "Perundingan Islamabad".

Perundingan ini digelar setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara, selama dua minggu, pada Selasa (7/4) waktu setempat, yang mengakhiri pertempuran sejak akhir Februari lalu. Pembicaraan di Islamabad ini dimaksudkan untuk memfinalisasi gencatan senjata tersebut.

"Gencatan senjata sementara telah diumumkan, tetapi sekarang ada tahap yang lebih sulit di depan: tahap mencapai gencatan senjata yang langgeng, menyelesaikan masalah-masalah rumit melalui negosiasi. Ini adalah tahap yang, dalam bahasa Inggris, disebut sebagai `penentu keberhasilan atau kegagalan`," beber Sharif dalam pidatonya.

Sharif mengatakan bahwa pemerintahannya akan "melakukan segala upaya untuk membuat perundingan ini berhasil".

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar