Iran Bantah Ada Dialog dengan AS, Klaim Trump Dipersoalkan

Senin, 23/03/2026 22:55 WIB
Selat Hormuz, Area Adu Nyali Trump - Iran. (Beritasatu)

Selat Hormuz, Area Adu Nyali Trump - Iran. (Beritasatu)

[INTRO]

Pemerintah Iran menegaskan tidak ada dialog yang berlangsung dengan Amerika Serikat, bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut adanya percakapan konstruktif dalam beberapa hari terakhir. Kantor berita semi-resmi Mehr News Agency mengutip sumber Iran yang menyatakan bahwa “tidak ada dialog” antara Teheran dan Washington. Sumber tersebut juga menilai pernyataan Trump sebagai bagian dari upaya menekan harga energi global sekaligus mengulur waktu untuk rencana militer.

Meski demikian, sumber tersebut mengakui adanya inisiatif dari sejumlah negara kawasan yang bertujuan meredakan ketegangan. “Kami bukan pihak yang memulai perang ini, dan semua tuntutan tersebut harus diarahkan ke Washington,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump menyatakan telah memerintahkan penundaan selama lima hari terhadap serangan militer AS yang menargetkan fasilitas listrik dan infrastruktur energi Iran. Ia mengklaim keputusan itu diambil setelah berlangsungnya pembicaraan yang disebutnya “sangat baik dan produktif”. Melalui platform media sosial Truth Social, Trump mengatakan bahwa komunikasi antara AS dan Iran akan terus berlanjut sepanjang pekan ini. Ia juga menyebut penundaan serangan bergantung pada hasil pertemuan dan diskusi lanjutan.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik regional sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target di Israel serta negara-negara kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan balasan itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

 
 
 
 
 
 

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar