Kenapa Harga Emas Malah Turun di Saat Perang ini
Kenapa Harga Emas Malah Turun di Saat Perang ini
law-justice.co - Harga emas memang biasanya naik saat perang, karena dianggap aset “safe haven” (tempat aman menyimpan nilai). Tapi dalam beberapa konflik terbaru—termasuk perang yang memicu krisis di Selat Hormuz—harga emas justru sempat turun atau stagnan. Ada beberapa alasan utama.
1. Investor pindah ke dolar AS
Saat situasi global tidak pasti, banyak investor memilih menyimpan uang di dolar AS, bukan emas.
Nilai dolar AS menguat, sehingga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dari negara lain.
Akibatnya permintaan emas turun dan harga ikut melemah.
Selain itu, dolar juga dianggap aset likuid yang mudah digunakan dalam transaksi global saat krisis.
2. Suku bunga tinggi membuat emas kurang menarik
Emas tidak memberikan bunga atau dividen.
Ketika bank sentral diperkirakan menjaga suku bunga tinggi, investor lebih tertarik pada aset yang menghasilkan bunga seperti obligasi atau deposito. Akibatnya uang keluar dari emas.
3. Harga minyak naik → inflasi naik
Perang di Timur Tengah memicu gangguan energi karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz.
Harga minyak melonjak di atas $100 per barel.
Hal ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Ketika inflasi tinggi, bank sentral cenderung tidak menurunkan suku bunga, sehingga emas kembali tertekan.
4. Investor menjual emas untuk menutup kerugian
Dalam kondisi pasar bergejolak, investor sering menjual aset yang sedang untung untuk menutup kerugian di saham atau aset lain.
Karena emas sebelumnya sudah naik cukup tinggi, banyak investor melakukan profit taking (ambil untung).
Selama periode 18-21 Februari 2026, harga emas batangan Antam (ANTM) secara kumulatif meningkat Rp 134.000 ke level Rp 3.012.000 per gram. Diketahui harga emas pada 18 Februari 2026 berisar Rp 2.878.000 per gram. Kenaikan ini termasuk cukup tajam meningkat daram kurun waktu hanya beberapoa hari.
Tetapi saat ini dari periode 8-14 maret 2026, harga emas batangan Antam (ANTM) secara kumulatif malah menurun Rp 15.000 per gram ke level Rp 2,997,000 per gram. Diketahui harga emas pada 18 Februari 2026 berisar lebih tinggi Rp 3.012.000 per gram. Tetapi penurunan ini termasuk cukup landai meningkat dalam kurun waktu hanya beberapa hari.
Harga Emas Hari Ini, 14 Mar 2026
Harga di-update setiap hari pkl. 08.30 WIB
| Berat | Harga Dasar | Harga (+Pajak PPh 0.25%) | |
|---|---|---|---|
| Emas Batangan | |||
| 0.5 gr | 1,548,500 | 1,552,371 | |
| 1 gr | 2,997,000 | 3,004,493 | |
| 2 gr | 5,934,000 | 5,948,835 | |
| 3 gr | 8,876,000 | 8,898,190 | |
| 5 gr | 14,760,000 | 14,796,900 | |
| 10 gr | 29,465,000 | 29,538,663 | |
| 25 gr | 73,537,000 | 73,720,843 | |
| 50 gr | 146,995,000 | 147,362,488 | |
| 100 gr | 293,912,000 | 294,646,780 | |
| 250 gr | 734,515,000 | 736,351,288 | |




Komentar