Menhan AS Sesumbar Pemimpin Tertinggi Baru Iran Terluka-Alami Cacat
Resmi, Anak Khamenei, Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran. (cnnindonesia.com).
Klaim Hegseth ini disampaikan setelah Presiden Donald Trump, dalam wawancara Fox News yang ditayangkan pada Kamis (12/3) malam, mengatakan dirinya meyakini bahwa Mojtaba masih hidup, namun mengalami cedera akibat serangan AS-Israel.
Berbagai spekulasi bermunculan karena Mojtaba belum muncul secara langsung ke hadapan publik Iran sejak diumumkan terpilih sebagai pemimpin tertinggi yang baru untuk negara Syiah tersebut pada 1 Maret lalu.
Sejauh ini belum ada foto terbaru Mojtaba yang dirilis oleh otoritas Iran sejak rentetan serangan AS-Israel di awal perang pada 28 Februari lalu menewaskan sebagian besar keluarganya, termasuk ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, ibundanya dan istrinya.
Pernyataan pertama Mojtaba kepada publik sebagai pemimpin tertinggi Iran disampaikan secara tertulis, dengan dibacakan oleh seorang presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3) waktu setempat.
Dalam pernyataan perdananya itu, Mojtaba berjanji untuk tetap menutup Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga Iran menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka atau berisiko menjadi sasaran serangan Teheran.
"Kita mengetahui bahwa pemimpin yang disebut-sebut tidak begitu tertinggi itu terluka dan kemungkinan mengalami cacat fisik. Dia merilis pernyataan kemarin. Pernyataan yang lemah, sebenarnya, tetapi tidak ada suara dan tidak ada video. Itu adalah pernyataan tertulis," jelas Hegseth seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/3/2026).
"Iran memiliki banyak kamera dan memiliki banyak alat perekam suara. Mengapa pernyataan tertulis? Saya rasa Anda mengetahui alasannya. Ayahnya -- tewas. Dia takut, dia terluka, dia menjadi buronan, dan dia tidak memiliki legitimasi," sebut Menhan AS itu dalam konferensi pers pada Jumat (13/3).




Komentar