Komisi VI DPR Pastikan Stok BBM Aman di Jalur Mudik Lebaran 2026

Minggu, 08/03/2026 18:41 WIB
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.

[INTRO]

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU sepanjang jalur utama arus mudik Lebaran 2026 dalam kondisi aman. Pemerintah melalui Pertamina disebut telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga pasokan energi di titik-titik dengan potensi lonjakan konsumsi.

Komisi VI DPR RI memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalur-jalur utama arus mudik Lebaran 2026 akan terisi penuh. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan pemerintah melalui Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjamin ketersediaan BBM di titik-titik yang diperkirakan mengalami lonjakan permintaan selama periode mudik.

Menurut Andre, Pertamina telah menyiapkan SPBU dengan tangki yang terisi penuh serta mendirikan posko bersama aparat Polri di sejumlah titik jalur mudik. “Pertamina memastikan seluruh titik arus mudik telah disiapkan, termasuk posko bersama Polri dan kesiapan SPBU yang tangkinya terisi penuh,” ujar Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (8/3/2026) sebagaimana dilansir Kompas.

Andre mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM selama masa mudik Lebaran. Ia menegaskan pemerintah bersama Pertamina telah menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan distribusi energi tetap lancar.

Komisi VI DPR, kata dia, juga telah menerima laporan dari Pertamina bahwa stok BBM nasional berada dalam kondisi aman, bahkan dipastikan cukup hingga setelah masa libur Lebaran.  “Stok kita aman, bukan hanya sampai Lebaran tetapi juga setelah Lebaran karena kapal Pertamina tetap beroperasi mengangkut BBM,” ujarnya.

Andre menambahkan dirinya juga telah melakukan pengecekan langsung di daerah pemilihannya di Sumatera Barat. Dari hasil pemantauan tersebut, kapasitas tangki penyimpanan BBM di wilayah tersebut dinyatakan cukup hingga setelah Lebaran.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan stok BBM nasional saat ini berada pada kisaran 21 hingga 25 hari. Menurut Bahlil, keterbatasan kapasitas fasilitas penyimpanan menjadi penyebab stok nasional tidak dapat ditingkatkan lebih lama dari periode tersebut. Meski demikian, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pemerintah untuk memperbesar kapasitas penyimpanan BBM guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan baru yang dapat menambah cadangan BBM hingga sekitar tiga bulan, sesuai standar minimum ketahanan energi global. Isu stok BBM menjadi perhatian publik menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar