Situasi di kota Dubai Setelah Serangan Sadis kota di Iran

Minggu, 01/03/2026 17:50 WIB
Ilustrasi Gambar Perang AS-Israel VS Iran Picu Perang Terbuka di Timur Tengah - Sumber Foto: Istimewa/ Law-Justice.co

Ilustrasi Gambar Perang AS-Israel VS Iran Picu Perang Terbuka di Timur Tengah - Sumber Foto: Istimewa/ Law-Justice.co

[INTRO]

 

Ketegangan kawasan Timur Tengah meningkat tajam menyusul serangan militer yang dilancarkan oleh Iran terhadap sejumlah target di wilayah regional. Kota Dubai, yang dikenal sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional, turut merasakan dampak dari eskalasi tersebut. Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), mengaku ragu terkait wacana Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin memediasi perdamaian antara Iran dan Israel-Amerika Serikat.

Menurut JK, konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat merupakan persoalan geopolitik yang sangat kompleks. Faktor utama kesulitan perundingan damai adalah ketidakseimbangan kekuatan antarnegara, khususnya dominasi Amerika Serikat.

"Ya niat, rencana itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Ya Palestina dengan Israel saja tidak bisa, sulit didamaikan. Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat Amerika," ujar JK kepada wartawan, Minggu, 1 Maret 2026.

JK menambahkan, Indonesia sendiri telah membuat perjanjian dengan Amerika yang dianggapnya tidak seimbang.


"Dan sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini dalam hal perundingan seperti itu," tegasnya.

Meskipun Indonesia berada jauh dari pusat konflik, JK menekankan dampak dari situasi ini tetap akan terasa, terutama pada sektor energi dan perdagangan. Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu dampak yang paling cepat muncul bila konflik berkepanjangan.

"Ya tentu karena ini di Timur Tengah, kita kepulauan jauh. Walaupun kita juga sangat prihatin bahwa bukan hanya Timur Tengah, negara Islam ini memang lagi kacau pada tahun ini," ujar JK.


Negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, dan Kuwait merupakan pemasok energi penting bagi dunia. Gangguan jalur distribusi energi dari kawasan ini dapat memengaruhi ketersediaan bahan bakar di dalam negeri. JK memperkirakan cadangan energi nasional hanya cukup untuk sekitar tiga minggu. Jika konflik meluas, potensi kelangkaan bahan bakar dan kenaikan harga sangat mungkin terjadi.

Diketahui, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Laporan CNN pada Minggu, 1 Maret 2026, mengonfirmasi kabar ini, sebelumnya sempat dibantah media pemerintah Iran.


"Ayatollah Ali Khamenei telah terbunuh setelah serangan besar-besaran AS-Israel terhadap negara tersebut," tulis CNN.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyatakan bahwa Ali Khamenei tewas dalam serangan mendadak di Teheran. Trump menyebut serangan AS dan Israel kali ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

 

Semntara itu Pemerintah Uni Emirat Arab segera mengaktifkan sistem pertahanan udara dan meningkatkan status keamanan nasional. Sirene peringatan sempat terdengar di beberapa wilayah, sementara warga diminta tetap berada di dalam ruangan sebagai langkah antisipasi.

 

Pemerintah UEA menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas nasional dan keselamatan warga serta ekspatriat yang tinggal di Dubai. Hingga kini, otoritas terus memantau perkembangan situasi regional dan berkoordinasi dengan mitra internasional guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Perkembangan terbaru masih dinantikan seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap dinamika keamanan di kawasan Teluk.

 
Pengumuman sudah dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai karena adanya laporan mengenai eksposur dan suara dentuman di wilayah Abu Dhabi, serta perkembangan dinamika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
 

  • Segera menghubungi KBRI Abu Dhabi apabila terdampak langsung maupun tidak langsung, atau apabila mengetahui WNI lain yang membutuhkan bantuan.
    Menghubungi Hotline KBRI Abu Dhabi apabila terdapat perkembangan dan masalah lain yang dianggap perlu melalui nomor:
    (+971) 56 615 6259.
    Untuk WNI yang berada di emirat wilayah utara, juga dapat menghubungi Hotline KJRI Dubai melalui nomor :
    (+971) 56 332 2611 dan (+971) 56 417 0333.
    KBRI Abu Dhabi akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan dan mengomunikasikannya dengan masyarakat Indonesia di Persatuan Emirat Arab. IMAG
    @indonesiainabudhabi
 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar