Banser Tangerang Tolak Permohonan Damai dan Maaf Habib Bahar Bin Smith
GP Ansor-Banser, Siagakan 2.000 Anggotanya, Antisipasi Aksi Bela Tauhid (foto: okezone.com)
law-justice.co - Organisasi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang dengan tegas menolak permohonan maaf dan damai dari Habib Bahar bin Smith.
Kasatkorcab Banser Kota Tangerang, Slamet Purwanto mengatakan pihaknya juga belum menerima permintaan maaf dari Habib Bahar.
"Belum sama sekali. Secara langsung kami tidak menerima permohonan maaf dari Bahar Smith. Termasuk saudara R juga belum terima itu (video permintaan maaf)," kata Slamet.
"Sekali lagi atas nama Banser kota tangerang tidak ada kata Damai, lanjutkan tuntaskan penjarakan Bahar Smith," ujarnya menegaskan.
Slamet mengaku kecewa Polres Metro Tangerang Kota menangguhkan penahanan Habib Bahar Smith.
"Belum didapat secara langsung. Pada kenyataannya kami tidak mendapatkan keputusan Bahar untuk ditahan," kata Slamet.
Menurut Slamet, pihaknya mendesak kepolisian agar Habib Bahar bin Smith segera ditangkap dan ditahan. Slamet meminta agar keadilan ditegakkan.
Sementara, Rida, korban pemukulan dan pengeroyokan Habib Bahar bin Smith menuturkan, jika dirinya kecewa dengan penangguhan Habib Bahar bin Smith.
"Saya pribadi sangat kecewa penangguhan itu, dengan alasan karena sebagai tulang punggung dan sebagai pengajar. Saya juga sebagai tulang punggung," kata Rida.
Rida berharap agar Habib Bahar bin Smith segera ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan. Menurut Rida, kasus ini harus dituntaskan.
"Saya berharap Bahar segera ditersangkakan, ditangkap, dan dipenjarakan. Saya tetap lanjut selesaikan kasus ini sampai tuntas. Penjarakan Bahar, tangkap Bahar," ujarnya.
Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith meminta maaf terkait kasus penganiayaan terhadap anggota Banser, Rida, yang terjadi di Cipondoh, Tangerang, Banten.
Permintaan maaf itu disampaikan Bahar melalui sebuah rekaman video Rabu (11/2). Dalam video tersebut, Habib Bahar bin Smith tampak didampingi beberapa rekannya.
Habib Bahar bin Smith dalam video tersebut juga turut meminta maaf kepada organisasi GP Ansor, tempat korban bernaung.
"Saudara-saudaraku, sebagaimana kita ketahui dengan adanya kejadian beberapa waktu yang lalu, saya bersama dengan Haji Arif, Haji Edi dan Pak Dwi, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa kepada saudara kita Pak Rida," kata Habib Bahar.


Komentar