Rawan Longsor, KDM Usulkan Lereng Burangrang Dihutankan

Sabtu, 24/01/2026 23:42 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Cari Pemimpin)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Cari Pemimpin)

law-justice.co - Rentetan longsor mematikan di lereng Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, membuka kembali persoalan klasik alih fungsi lahan di kawasan rawan bencana. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan kawasan terdampak dikembalikan menjadi hutan dan warga direlokasi permanen, menyusul tewasnya 10 orang dan puluhan lainnya masih hilang akibat longsor yang diduga dipicu hujan deras dan kerusakan tutupan lahan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan perlunya langkah struktural pascabencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Saat meninjau lokasi, Sabtu, Dedi menilai aktivitas pertanian sayuran di kawasan perbukitan dengan kemiringan ekstrem telah memperbesar risiko longsor. “Daerah di sini seharusnya dihutankan. Warganya harus direlokasi karena potensi longsornya sangat tinggi,” kata Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM.

Menurut Dedi, kontur lereng Gunung Burangrang yang curam tidak ideal untuk budidaya hortikultura intensif. Hilangnya vegetasi keras penahan tanah diduga mempercepat pergerakan tanah saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu dini hari. Sebagai langkah darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta warga yang selamat untuk sementara mengontrak rumah selama dua bulan. Pemprov memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya sewa dan kebutuhan hidup. Sementara keluarga korban meninggal dunia akan menerima santunan Rp25 juta per kepala keluarga.

Di sisi lain, Pemprov Jabar menyatakan fokus utama saat ini adalah pencarian korban yang masih tertimbun longsor serta pemulihan lingkungan di lokasi bencana. Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas, dan relawan. 

Data BPBD Jawa Barat mencatat, hingga Sabtu sore, sebanyak 10 orang dinyatakan meninggal dunia akibat longsor di lereng Gunung Burangrang. Delapan korban berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, sementara dua korban lainnya dari Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Selain itu, sebanyak 82 orang dilaporkan masih hilang dan dalam pencarian.

Longsor yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB tersebut mengakibatkan sedikitnya 30 rumah terdampak, satu rumah rusak berat, serta memaksa sekitar 400 warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Bencana ini menambah daftar panjang longsor di kawasan Bandung Raya yang kerap dikaitkan dengan alih fungsi kawasan lindung dan lemahnya penegakan tata ruang. Usulan penghutanan kembali dan relokasi permanen menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah daerah dalam menyeimbangkan keselamatan warga dengan tekanan ekonomi dan kebutuhan lahan.

 

 

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar