Coakan dan Goresan di Situs Gunung Padang Buatan Manusia Prasejarah?
Ilustrasi: Foto udara layout kawasan Gunung Padang. (Law-justice)
Tim peneliti meyakini coak dan goresan pada batuan di Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, merupakan petroglif atau gambar simbolik yang dibuat oleh manusia prasejarah.
Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar, mengatakan petroglif tersebut ditemukan pada sejumlah batu yang tersebar di seluruh teras situs. Temuan itu menunjukkan bahwa batuan di Gunung Padang tidak hanya disusun rapi, tetapi juga ditata mengikuti pola tertentu. “Awalnya kami mengira terbentuk secara alami. Namun, setelah diteliti lebih dalam ternyata berpola, sehingga ini dipastikan sebagai buatan manusia,” ujar Ali Akbar, Minggu (21/12) sebagaimana dikutip Kompas.
Menurut Ali, petroglif yang ditemukan antara lain berupa goresan menyerupai angka enam serta simbol-simbol geometris seperti belah ketupat atau wajik. Hingga kini, tim peneliti belum dapat memastikan makna dari simbol-simbol tersebut. “Kami sedang meneliti simbol ini. Bisa saja itu sebagai penanda atau nomor urut antara batu satu dengan batu lainnya. Karena itu, kami akan melibatkan pakar huruf, ahli alfabet, dan simbol untuk menafsirkannya,” kata Ali.
Selain melibatkan pakar, tim juga akan melakukan kajian pembanding dengan situs atau cagar budaya lain guna menemukan kemungkinan kesamaan simbol dan pola goresan. Ali menyebut petroglif sebagai salah satu temuan penting dalam kajian dan pemugaran Situs Gunung Padang tahun ini. Ali menegaskan, pengungkapan makna simbol tersebut penting untuk membuka tabir sejarah Gunung Padang sekaligus meredam polemik dan kontroversi terkait peradaban di situs tersebut.
Pada tahap berikutnya, tahun depan pemugaran akan difokuskan pada penguatan lereng-lereng situs untuk mencegah longsor. Setelah itu, penelitian akan dilanjutkan ke bawah permukaan tanah melalui pengeboran dan ekskavasi. “Kegiatan arkeologis ini dilakukan bertahap karena luas situs mencapai sekitar 30 hektar dengan diameter bangunan 100 meter,” ujarnya.
Sebagai cagar budaya peringkat nasional dengan nilai sejarah dan arkeologi tinggi, Situs Gunung Padang di Kampung Cipadang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dipugar secara hati-hati dan berkelanjutan. Ali berharap proses tersebut juga mendorong transfer pengetahuan agar kelestarian situs dapat terjaga dalam jangka panjang.




Komentar