Keberanian KPK Diuji soal Dugaan Markup Anggaran Whoosh Era Jokowi

Senin, 20/10/2025 06:37 WIB
Jokowi Pastikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Juni 2023. (twitter Ridwan Kamil).

Jokowi Pastikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Juni 2023. (twitter Ridwan Kamil).

law-justice.co - Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mempertanyakan keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Dia menilai, proyek Whoosh adalah fakta dan nyata terjadi penyalahgunaan kekuasaan tanpa kajian terlebih dahulu.

"Orang perorang yang memiliki kedekatan dengan Jokowi selama berkuasa, silakan dicek harta kekayaannya dipastikan mengalami peningkatan," katanya seperti melansir rmol.id.

Menurut dia, pembela proyek Whoosh patut diduga mendapat keuntungan, baik langsung maupun secara tidak langsung.

"Kalau KPK serius menangani kasus Whoosh, pasti KPK dengan menutup mata saja sudah sangat mudah menentukan tersangkanya. Ini kembali kepada KPK sendiri, apakah memiliki keberanian? atau KPK perannya saat ini hanya pesanan by order," pungkas Hari.

Proyek kereta cepat Whoosh sejak awal memang menuai sorotan tajam, mulai dari pembengkakan biaya, skema pinjaman luar negeri, hingga jaminan pemerintah yang sempat memicu perdebatan publik.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar