Menhut Ditantang Usut Pembalak Liar, Buntut Foto Bareng Azis Wellang

Minggu, 07/09/2025 20:38 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli (mengenakan batik) yang juga Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini tampak bermain domino dengan eks tersangka pembalakan hutan Azis Wellang (rambut putih). (Tempo)

Menteri Kehutanan Raja Juli (mengenakan batik) yang juga Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini tampak bermain domino dengan eks tersangka pembalakan hutan Azis Wellang (rambut putih). (Tempo)

law-justice.co - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mempertanyakan keseriusan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam menindak tegas pelaku pembalakan liar, usai beredarnya foto dirinya tengah bermain kartu domino bersama mantan tersangka kasus ilegal logging, Muhammad Azis Wellang.

Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Eksekutif Nasional, Uli Arta Siagian, secara terbuka menantang komitmen Menhut untuk membuktikan ketegasannya dalam menegakkan hukum atas perusakan hutan. “Kami ingin melihat komitmen nyata dari Kementerian Kehutanan dalam menindak pelaku perusakan hutan, termasuk mereka yang selama ini terlibat,” ujar Uli, mengutip Kompas.com Minggu (7/9/2025).

Pernyataan ini muncul menyusul unggahan Raja Juli di akun Instagram pribadinya (@rajantoni) pada Sabtu (6/9/2025), yang berjanji akan menindak tegas para pembalak liar tanpa pandang bulu.

Uli berharap janji tersebut bukan sekadar pernyataan politis. Ia menegaskan bahwa langkah tegas seharusnya segera diambil terhadap pihak-pihak yang terbukti merusak hutan. "Kalau memang ingin serius memberantas kejahatan lingkungan, mulai saja dulu. Tindak siapa pun yang selama ini terlibat," katanya.

Ia juga mengajak publik untuk ikut mengawal realisasi komitmen Menhut tersebut. "Pernyataan itu ditujukan kepada publik, maka kita semua punya peran untuk mengawasi implementasinya," tegas Uli.

Lebih lanjut, Uli menekankan pentingnya akuntabilitas. Menurutnya, jika Menhut tidak menjalankan komitmen yang sudah diumumkan ke publik, masyarakat berhak mengkritik hingga menggugat. "Penting bagi kita untuk terus mengawal kinerja Kemenhut dalam penegakan hukum dan perlindungan hutan," tambahnya.

Terkait foto viral yang menampilkan dirinya bermain domino bersama Azis Wellang, Raja Juli memberikan klarifikasi melalui akun Instagram. Ia mengaku tidak mengenal Azis secara pribadi dan menyebut hanya mengetahui satu dari empat orang yang ada dalam permainan, yakni Menteri P2MI Abdul Kadir Karding.

"Saya tidak mengenal dua orang lainnya. Tidak ada pembicaraan soal kasus apa pun saat itu," tulis Raja Juli dalam klarifikasinya.

Politikus PSI itu menjelaskan bahwa awalnya ia hanya mengunjungi posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) untuk bertemu dengan Karding. Setelah diskusi panjang, menjelang tengah malam ia berpamitan dan sempat diajak bermain domino oleh beberapa orang yang ada di sana. "Setelah dua kali putaran, saya pamit pulang," jelasnya.

Raja Juli baru menyadari kehadiran Azis Wellang setelah foto tersebut beredar luas di media sosial. Ia pun menegaskan, kehadiran dirinya dalam foto itu tidak akan mempengaruhi komitmennya dalam penegakan hukum. "Saya tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang melanggar hukum di kawasan hutan. Saya akan menindak tegas pembalak liar, tanpa pandang bulu," tegasnya.

Sebagai informasi, pada November 2024, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembalakan liar di kawasan hutan Katingan, Kalimantan Tengah. Salah satunya adalah MAW (61), Direktur Utama PT ABL, yang diketahui bernama lengkap Muhammad Azis Wellang.

PT ABL diduga melakukan penebangan di luar area konsesi seluas 11.580 hektare, menghasilkan 1.819 meter kubik kayu, dan merugikan negara sekitar Rp2,72 miliar. Namun, Azis Wellang sempat mengajukan gugatan praperadilan dan pada 9 Desember 2024, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membatalkan status tersangkanya.

(Rohman Wibowo\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar