Prabowo Sebut Indonesia Swasembada Energi 6 Tahun Mendatang

Minggu, 29/06/2025 20:31 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). (Antaranews)

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). (Antaranews)

law-justice.co - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia bisa mencapai kemandirian energi dalam waktu yang cukup singkat, yaitu dalam kurun lima hingga enam tahun mendatang. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memberikan pidato dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).

Presiden mengungkapkan bahwa menurut para ahli, Indonesia memiliki potensi nyata untuk mandiri secara energi, dan berdasarkan perhitungannya, target tersebut dapat dicapai dalam lima tahun, atau paling lambat enam tahun.

Ia menekankan bahwa salah satu elemen penting dalam mewujudkan hal ini adalah pemanfaatan listrik dari tenaga surya. Dalam hal ini, baterai—yang akan diproduksi di pabrik di Karawang—memiliki peran kunci untuk menyimpan dan menyalurkan energi tersebut secara efisien.

Presiden mengatakan, “Kunci dari listrik tenaga surya adalah baterai, dan hari ini kita menyaksikan awal dari hal itu," kata Prabowo, mengutip Antara.

Dalam laporan yang diterimanya, ia menyebut bahwa kapasitas produksi energi saat ini baru berada di angka 15 gigawatt, sedangkan untuk mencapai swasembada penuh, Indonesia memerlukan sekitar 100 gigawatt.

Karena itu, menurut Presiden, proyek seperti ini harus diperbanyak, dan ia percaya bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk merealisasikannya.

Adaoun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana lakukan peningkatan lifting minyak dan konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi listrik.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menjelaskan, arahan Presiden Prabowo terkait sektor energi menekankan dua hal utama, yaitu ketahanan energi dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang baik untuk mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Yuliot juga menegaskan pentingnya kendali penuh oleh Kementerian ESDM dalam pelaksanaan program tersebut, tanpa bergantung pada kementerian atau lembaga lain. Untuk mencapai swasembada energi, Kementerian ESDM akan fokus pada peningkatan lifting minyak yang saat ini berada di angka sekitar 600.000 barel per hari. Yuliot menekankan perlunya peningkatan produksi minyak sesuai dengan target nasional guna mendukung ketahanan energi.

(Rohman Wibowo\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar