Bahlil Ungkap Modus Industri Oplos LPG 3 Kg Akali Subsidi Gas

Rabu, 19/02/2025 20:03 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Rapat Kerja Nasional Partai Golkar Tahun 2025 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (8/2/2025). (Antaranews)

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Rapat Kerja Nasional Partai Golkar Tahun 2025 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (8/2/2025). (Antaranews)

law-justice.co - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membongkar modus industri mengoplos LPG 3 kg untuk menekan biaya produksi.

Bahlil mengatakan seharusnya industri memakai tabung gas nonsubsidi. Namun, mereka mengakali hal itu dengan membuat gas oplosan.

"Tiga kilogram dioplos baru, dimasukkan ke tabung 12 kilogram, baru itu yang dibeli oleh industri. Kadang-kadang rumah makan dan hotel ini beli juga kadang-kadang itu, penerima LPG dari hasil oplosan," kata Bahlil pada Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (19/2).

Lebih lanjut Bahlil mengatakan negara memberi subsidi LPG 3 kg hingga Rp87 triliun per tahun. Dengan asumsi 5 persen dipakai oplosan, maka ada Rp4,3 triliun anggaran subsidi yang salah sasaran.

Dia juga mengungkap modus pengurangan isi tabung gas. Menurut temuan Bahlil, tak ada tabung gas yang benar-benar berisi 3 kilogram.

"Sumpah, potong kuping, bapak-ibu, semua itu per tabung itu tidak sampai 3 kilogram, paling tinggi 2,7 (kg)," jelasnya.

Bahlil berkata modus itu membuat kerugian 10 persen dari subsidi LPG 3 kg. Dengan begitu, sekitar Rp8,7 triliun subsidi tidak tepat sasaran.

Dia juga mempermasalahkan harga LPG 3 kg yang bisa menembus Rp30 ribu saat diterima masyarakat. Padahal, negara sudah menyubsidi sekitar Rp36 ribu per tabung.

"Kita ini mengambil hak rakyat, suruh rakyat bayar lebih. Saya sebagai mantan orang miskin yang dibesarkan dalam keluarga yang susah, tidak rela ini terjadi," pungkas Bahlil.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar