Urai Kemacetan Libur Nataru, Contraflow Diberlakukan di Tol Japek
ilustrasi rekayasa lalu lintas contraflow di jalan tol. Foto: RRI
law-justice.co - Kepolisian menetapkan rekayasa lalu lintas lawan arah atau contraflow arah Jakarta Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Opsi contraflow ini diambil untuk mengurai peningkatan volume lalu lintas imbas liburan hari raya Natal dan tahun baru 2025.
"Atas diskresi dari pihak Kepolisian, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mendukung rekayasa lalu lintas contraflow arah Jakarta," tutur VP. Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo dikutip Antara, Minggu (29/12/2024).
Adapun rekayasa lalu lintas contraflow tersebut dibuka 1 lajur dari KM 55 s.d KM 47 arah Jakarta Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek sejak pukul 19.03 WIB.
Soal contraflow ini, PT JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan dan mengantisipasi perjalanan, memastikan kendaraan dalam keadaan prima, saldo uang elektronik cukup, mengisi daya dan bahan bakar sebelum memulai perjalanan serta membawa bekal untuk menghindari kepadatan di rest area. Selalu berhati-hati dalam berkendara, patuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan.
Pengguna jalan tol juga dapat memperbarui informasi perjalanan dengan mengunduh aplikasi Travoy 4.4 serta hubungi One Call Center 24 jam Jasa Marga di nomor 14080 untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini.
Perlu diketahui, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat sebanyak 467.300 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada Libur Hari Natal 2024 yang jatuh pada periode Kamis-Sabtu (26-28 Desember 2024).
Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung).
Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 12,9 persen jika dibandingkan lalin normal (413.831 kendaraan). Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu mayoritas sebanyak 219.138 kendaraan (46,9 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 136.479 kendaraan (29,2 persen) dari arah Barat (Merak) dan 111.683 kendaraan (23,9 persen) dari arah Selatan (Puncak).




Komentar