Diungkap Nusron, Ini Daftar 3 Mafia Tanah yang Bergentayangan di RI

Jum'at, 01/11/2024 08:26 WIB
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman (kiri) bersama Sekretaris TKN Prabowo-Gibran Nusron Wahid (Tengah) dan Wakil Komandan Alpha TKN Prabowo-Gibran, Fritz Edward Siregar saat menggelar konferansı pers di Media Center TKN, Jakarta, Rabu (21/2/2024). Konferensi pers ini Soal Kecurangan dan Kekerasan Pemilu di Tapanuli. Robinsar Nainggolan

Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman (kiri) bersama Sekretaris TKN Prabowo-Gibran Nusron Wahid (Tengah) dan Wakil Komandan Alpha TKN Prabowo-Gibran, Fritz Edward Siregar saat menggelar konferansı pers di Media Center TKN, Jakarta, Rabu (21/2/2024). Konferensi pers ini Soal Kecurangan dan Kekerasan Pemilu di Tapanuli. Robinsar Nainggolan

law-justice.co - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid membeberkan daftar tiga komponen mafia tanah yang berkeliaran di dalam negeri.

"Tentunya kita tidak bisa mentolerir adanya mafia tanah, dan kalau kami identifikasi mafia tanah itu selalu elemen atau unsurnya itu melibatkan tiga komponen," ujar Nusron dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI, Rabu (30/10).

Menurutnya, komponen pertama adalah keterlibatan oknum orang dalam. Kedua, pemborong tanah yang ikut andil kepentingan di dalamnya. Ketiga, adanya pihak ketiga yang menjadi pendukung dari praktik mafia tanah.

"Pendukung itu dimulai dari oknum kepala desa, bisa oknum lawyer, bisa oknum PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), oknum notaris. Juga bisa permata, persatuan makelar tanah, maupun bimantara, bisnis makelar dan perantara," imbuhnya.

Sebagai upaya pemberantasan mafia tanah di Indonesia, Nusron mengatakan pihaknya bakal melaksanakan rapat koordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), Polri, hingga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Apa treatment-nya? Kita tidak bisa mentolerir itu, kita akan melaksanakan rakor khusus ini dengan Pak Kejaksaan Agung sama Pak Kapolri, sama PPATK. Kami akan menginisiasi adanya proses pemiskinan terhadap mafia tanah," tegas Nusron.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar