Heboh Pengemis Kaya, Aset Miliaran Punya Harga Rumah Ratusan Juta
Legiman (52), pengemis yang terjaring razia PGOT Satpol PP Kabupaten Pati, mengaku memiliki kekayaan senilai lebih dari Rp 1 Milyar, Sabtu (12/1/2019) malam (istimewa)
law-justice.co - Sosok asli gelandangan dan pengemis kaya di Kota Bogor nyatanya juga terjadi di beberapa kota di Indonesia.
Bukan cuma Jawa Barat, sejumlah daerah juga pernah viral karena sosok pengemis kaya raya yang memiliki harta fantastis.
Sebelumnya viral, seorang gelandangan di Kolong Jembatan penyeberangan Panaragan, Kota Bogor membuat heboh linimasa.
Pasalnya, gelandangan bernama Tini itu kedapatan memiliki uang tunai Rp1,2 Juta dan cek bank BCA senilai Rp 1,3 Miliar.
Selain itu, Tini juga memiliki tiga STNK kendaraan bermotor.
Hal tersebut diketahui setelah Ibu Tini terjaring operasi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor pada Kamis (27/4/2023).
Usai sosok Tini viral, publik bak diingatkan kembali dengan maraknya temuan pengemis kaya raya yang sempat disorot beberapa bulan dan tahun lalu.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah kisah pengemis kaya raya yang pernah viral:
1. Pengemis Berharta Lebih dari Rp1 Miliar
Sebelum Tini, sosok Legiman (52), pengemis yang diketahui punya uang miliaran juga sempat viral di tahun 2019.
Diamankan Satpol PP Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Legiman mengaku punya tabungan senilai Rp1 miliar.
Tak hanya itu, Legiman membeberkan harga rumah miliknya di Margorejo, Pati, senilai Rp 250 juta dan sebidang tanah seharga Rp 275 juta.
Pengakuan Legiman itu segera dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Pati Udhi Harsilo Nugroho.
"Setelah kami interogasi, yang bersangkutan mengaku memiliki rumah senilai Rp 250 juta, tanah senilai Rp 275 juta, dan tabungan di bank sejumlah Rp 900 juta," ungkap Udhi Harsilo dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com pada 12 Januari 2019.
Kepada petugas, Legiman blak-blakan mengurai hasil mengemisnya.
Dalam sehari, Legiman bisa meraup uang Rp1 juta.
Jika sepi, penghasilan Legiman dari mengemis hanya mencapai Rp600 ribu sehari.
2. Pengemis Kaya di Gorontalo
Bergeser ke Pulau Sulawesi, seorang pengemis kaya raya bernama Lutfi Haryono (47) juga sempat viral sebelum Tini gelandangan Bogor.
Lutfi di tahun 2022 pernah jadi perbincangan karena memiliki tabungan senilai Rp490 juta.
Lutfi merupakan seorang warga Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Sulawesi Utara yang mengaku sudah 13 tahun menjadi pengemis.
Ia diketahui memiliki uang tabungan berjumlah hingga Rp490 juta yang disimpan di dua rekening bank swasta.
Usai dirinya menjadi sorotan, lurah Ipilo yang didampingi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa langsung melakukan pemanggilan terhadap Lutfi.
Lutfi pun membenarkan bahwa dua rekening yang berisi uang Rp302 juta dan Rp94 juta tersebut memang miliknya.
Iya itu rekening saya. (uang) yang lain itu saya punya saudara dan so tarik-tarik lain, ujar Lutfi dikutip dari Kompas TV.
Dalam sehari, Lutfi mengaku bisa mendapatkan uang minimal Rp50 ribu sehari.
Namun diakui Lutfi, uang tabungannya tidak semuanya didapatkan dari hasil mengemis.
Lutfi juga bekerja di rumah makan dan toko puluhan tahun lalu.
Kala dijumpai Tribun Gorontalo pada April 2023, Lutfi terpantau masih mengemis.
3. Pengemis Kaya Nyawer Biduan
Sosok pengemis ketiga yang sempat viral adalah seorang kakek berinisial M (58).
Kakek M disorot karena ketahuan nyawer biduan dari hasil mengemis.
M pun akhirnya diamankan pada Selasa (2/8/2022) sekira pukul 13.30 WIB.
Di hadapan petugas, M mengakui bahwa uang yang digunakan untuk menyawer itu dari hasil mengemis.
"Memang hasil minta-minta ini saya gunakan untuk nyawer, tapi cuma sekali saya nyawer, selebihnya dipinjamkan dan daftar haji," ujarnya dilansir dari Kompas.com.
Ternyata, kakek M memiliki penghasilan yang besar dari hasil mengemis.
Setiap harinya, M bisa meraup Rp 400.000 hingga Rp 500.000. Selain itu, dia juga memiliki banyak uang.
Total uang Rp 60 juta milik M yang didapat dari hasil mengemis dipinjamkan kepada tetangganya.
Uang yang dipinjamkan ke tetangganya itu juga beredar di media sosial.
Pejabat Fungsional Ahli Muda Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo mengatakan, M mengaku memiliki catatan orang atau tetangga yang berutang kepadanya.
M mengaku anaknya merupakan seorang dosen. Dia juga mengaku telah mendaftar haji.




Komentar