IDAI Berpendapat Kasus Gagal Ginjal Akut Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Rabu, 09/11/2022 17:42 WIB
Gagal ginjal akut misterius (Net)

Gagal ginjal akut misterius (Net)

Jakarta, law-justice.co - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganggap bahwa kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak tergolong kasus kejahatan kemanusiaan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso dalam keterangan resminya.

"Jadi ini saya pinjam kata Bu Penny [Kepala BPOM], ini kejahatan kemanusiaan," kata Piprim dalam konferensi persnya, Rabu (9/11).

Piprim menilai sudah sepatutnya Etilen Glikol (EG) serta Dietilen Glikol (DEG) tak boleh ada dalam obat sirop.

Sebab, EG dan DEG merupakan bentuk cemaran. Terlebih, saat ini ditemukan obat yang EG dan DEG yang melebihi ambang batas aman.

"Tadi kan sudah sebutkan. EG dan DEG tak akan dituliskan di kandungan. Ditulisnya senyawa aktif. EG ED ini cemaran enggak boleh ada," kata dia.

Piprim lantas menceritakan bahwa kasus gagal ginjal ini mulai naik drastis sejak Agustus sampai September. Kala itu, para dokter anak yang menangani mengaku kewalahan dan kebingungan mencari penyebab utama kasus.

Sebab, gejalanya kala itu mirip seperti terjangkit virus corona (Covid-19) namun dalam kondisi tak keluar air kencing sama sekali alias unurine.

Alhasil, Piprim mengatakan pihaknya melakukan penelitian lebih lanjut mencari penyebabnya. Ia lantas menyimpulkan kasus ini berpotensi besar disebabkan oleh intoksikasi atau keracunan dalam cemaran senyawa dalam sejumlah obat sirop.

"Setelah diskusi dengan tim di Gambia. Baru kita mengarah ke EG. Bahwa kami memeriksa darah pasien untuk toksikologi. Dan ini banyak positif kadarnya," kata dia.

Sebagaimana diketahui, EG dan DEG menjadi biang kerok maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak yang menyebabkan kematian.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 324 anak di Indonesia terkena gagal ginjal akut. Sebanyak 190 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Gagal ginjal akut sendiri merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba. Jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa berujung fatal, termasuk menyebabkan kematian.

 

 

 

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar