Laris Manis di RI, Doctor Strange 2 Raup Sampai Rp115 Miliar

Jum'at, 13/05/2022 19:00 WIB
Doctor Strange 2 yang sudah tayang 5 Mei saat libur lebaran 2022 lalu kantongi Rp115 Miliar di RI (Net)

Doctor Strange 2 yang sudah tayang 5 Mei saat libur lebaran 2022 lalu kantongi Rp115 Miliar di RI (Net)

Jakarta, law-justice.co - Doctor Strange in the Multiverse of Madness telah mengumpulkan sedikitnya US$7,9 juta atau sekitar Rp115,8 miliar (US$1=Rp14.627,25) di Indonesia. Berdasarkan data Box Office Mojo pada Jumat (13/5), angka itu diraih dari penayangan 4-8 Mei.


Capaian tersebut membuat Doctor Strange 2 menjadi film Hollywood terlaris di Indonesia pada 2022. The Batman yang tayang sekitar dua bulan sebelumnya mengumpulkan lebih dari US$2,6 juta atau sekitar Rp38,3 miliar dalam periode 2-6 Maret.

Morbius juga tertinggal dengan pendapatan sekitar US$1,4 juta atau setara Rp20,8 miliar.

Tak hanya tahun ini, penghasilan Doctor Strange 2 juga menjadi yang tertinggi dibandingkan film-film Hollywood, termasuk superhero lainnya yang tayang dalam dua tahun terakhir.


Berdasarkan data Box Office Mojo, Eternals berada di posisi pertama penghasilan tertinggi dalam pekan pertama tayang yakni 10-14 November dengan US$3,4 juta. Namun, angka itu juga masih di bawah capaian Doctor Strange 2.

Begitu pula dengan Dolittle pada 2020 yang mengumpulkan US$3,5 juta pada pekan pertama atau 15-19 juta. Kemudian, Birds of Prey yang menempati posisi kedua kala itu dengan US$3,1 juta. Keduanya masih berada di bawah Doctor Strange 2.

Beberapa hal memang dinilai memengaruhi pendapatan Doctor Strange 2 tersebut, seperti kondisi pandemi di Indonesia yang mulai membaik dengan angka kasus harian menurun ketika film ini tayang.


Tak hanya itu, sekuel film yang masih dibintangi Benedict Cumberbatch tersebut juga tayang dalam periode libur lebaran di Indonesia. Sehingga, momen tersebut digunakan banyak orang untuk kembali ke bioskop dan menyaksikan Doctor Strange 2.

Sedangkan secara global, Doctor Strange in the Multiverse of Madness meraup pendapatan box office global hingga US$265 juta atau sekitar Rp3,8 triliun pada pekan pertama. Hasil akhir pekan perdana tersebut merupakan yang terbesar kedua selama pandemi, tepat di bawah Spider-Man: No Way Home (2021).

Beberapa hal memang dinilai memengaruhi pendapatan Doctor Strange 2 tersebut, seperti kondisi pandemi di Indonesia yang mulai membaik dengan angka kasus harian menurun ketika film ini tayang.


Tak hanya itu, sekuel film yang masih dibintangi Benedict Cumberbatch tersebut juga tayang dalam periode libur lebaran di Indonesia. Sehingga, momen tersebut digunakan banyak orang untuk kembali ke bioskop dan menyaksikan Doctor Strange 2.

Sedangkan secara global, Doctor Strange in the Multiverse of Madness meraup pendapatan box office global hingga US$265 juta atau sekitar Rp3,8 triliun pada pekan pertama. Hasil akhir pekan perdana tersebut merupakan yang terbesar kedua selama pandemi, tepat di bawah Spider-Man: No Way Home (2021).

Berdasarkan laporan Variety pada Minggu (8/5) waktu AS, Doctor Strange 2 mencatat pendapatan hingga US$185 juta atau sekitar Rp2,6 triliun (US$1= Rp14.498) di pasar domestik Amerika Utara.

Rekor ini menempatkan Doctor Strange 2 sebagai film dengan pendapatan akhir pekan perdana terbesar keempat untuk film Marvel Cinematic Universe (MCU). Film garapan Sam Raimi itu berada di bawah Avengers: Endgame (2019), Avengers: Infinity War (2018), dan Spider-Man: No Way Home (2021).

Doctor Strange in the Multiverse of Madness merupakan saga kedua Doctor Strange (2016) dan akan mengambil latar waktu setelah Spider-Man: No Way Home, WandaVision, dan Loki.

Benedict Cumberbatch kembali membintangi film ini sebagai Doctor Strange, bersama dengan Benedict Wong sebagai Wong, Rachel McAdams sebagai Christine Palmer, dan Chiwetel Ejiofor sebagai Karl Mordo.

Selain itu, sekuel Doctor Strange (2016) ini juga menampilkan Elizabeth Olsen sebagai Wanda/Scarlet Witch dan Xochitl Gomez sebagai America Chavez.

Doctor Strange 2 tayang 5 Mei dan hingga kini masih bisa disaksikan di bioskop Indonesia.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar