Dua Warga Baduy untuk Pertama Kali Positif Covid, ini Penyebabnya

Jum'at, 13/08/2021 18:40 WIB
Kehidupan Masyarakat Baduy di Banten (Foto: Banten Inspiratif)

Kehidupan Masyarakat Baduy di Banten (Foto: Banten Inspiratif)

Banten, Jawa Barat, law-justice.co - Dua warga Baduy sempat positif COVID-19. Ini merupakan kali pertama ada warga dari suku Baduy kena corona sejak munculnya pandemi di Indonesia pada Maret 2020.

Keduanya merupakan warga Baduy Luar yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Mereka dilaporkan kena corona pada akhir Juli 2021.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Cisimeut, Kabupaten Lebak, Maytri Nurmaningsih. Menurutnya, ditemukan kasus COVID-19 untuk warga Baduy membuat pecah telornya kasus COVID-19 di daerah Baduy.


Musababnya, sudah lebih dari satu tahun usai ditemukannya kasus COVID-19 di Indonesia, baru kali ini ada warga Baduy yang terkonfirmasi positif corona, meski sebelumya test sudah sering dilakukan. "Iya sudah ada yang positif, dua orang (warga Baduy). Itu kasus pertama. Terjadi bulan Juli (2021). Satu orang yang terpapar itu ibu hamil yang sudah mau melahirkan," ucapnya kepada awak media, Jumat (13/8/2021).


Ia mengungkapkan, kedua warga Baduy Luar yang terkonfirmasi positif COVID-19 merupakan ibu hamil yang akan dirujuk ke RSUD Adjidarmo, Lebak.

Diketahui, keduanya terpapar COVID-19 saat menjalani pemeriksaan jelang lahiran. Mereka positif corona dari hasil swab test. "Itu pun kebetulan, kasus kehamilan karena mau dirujuk (ke RSUD) harus diswab antigen, terus positif dan kita juga lakukan PCR, hasilnya tetap positif juga," ungkapnya.


Disampaikan Maytri, kedua warga Baduy luar itu pun menjalani proses isolasi mandiri di kediamannya masing-masing usai menjalani perawatan di RSUD Adjidarmo.
Meski begitu, Maytri mengatakan, kedua warga Baduy Luar yang sempat terkonfirmasi positif COVID-19 saat ini telah dinyatakan sembuh. Bahkan keduanya sudah menjalani aktivitas seperti biasa usai merek lahiran. "Kalau sekarang sudah sembuh, dan terbebas dari COVID-19. Yang lainnya belum ditemukan kasus baru," ujarnya.


Diakui Maytri, pihaknya pun sempat mengalami kendala saat akan melakukan proses tracing usai ditemukannya dua warga Baduy luar yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Kesulitan karena ada resistensi terhadap masyarakat. Terlebih, mereka ini juga menolak divaksinasi. "Kita sudah melakukan tracing, akan tetapi mereka kan menolak. Jadi kita tidak bisa apa-apa karena mereka tidak mau," ujar dia.

 

 

 

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar