Belum Ada Kuasa Hukum, Maria Pauline Lumowa Menolak Diperiksa

Senin, 13/07/2020 19:31 WIB
Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat Letter of Credit (L/C) fiktif pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003. Robinsar Nainggolan

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat Letter of Credit (L/C) fiktif pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003. Robinsar Nainggolan

law-justice.co - Maria Pauline Lumowa tersangka pembobolan Bank BNI hingga kini masih belum diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri. Hal tersebut karena Maria hingga kini belum juga mendapatkan pengacara sebagai pendamping dalam kasus hukum tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setyono mengatakan, Bareskrim menghormati hak tersangka yang meminta pendampingan hukum. Saat ini pross pemeriksaan dihentikan sementara.

"Pada intinya tersangka meminta pendampingan dari penasihat hukum yang akan disediakan oleh Kedutaan Besar Belanda, karena belum ada, jadi penyidikan dihentikan hingga tersangka mendapat bantuan hukum. Kami hormati hak tersangka," ujar Awi kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Dia menuturkan, Bareskrim menunggu balasan surat dari Kedutaan Besar Belanda untuk memberikan pendampingan hukum kepada Maria Pauline.

"Sebelumnya Polri sudah bersurat resmi dengan Kedutaan Belanda dan masih menunggu jawaban resmi. Dalam hal ini penyidik sangat menghormati proses ini," ucapnya.

(Bona Ricki Jeferson Siahaan\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar