Disusupi Konten Porno, Singapura Larang Guru Pakai Zoom

Minggu, 12/04/2020 00:29 WIB
Aplikasi rapat daring (Foto:Google)

Aplikasi rapat daring (Foto:Google)

law-justice.co - Kementerian Pendidikan Singapura menghentikan penggunaan Zoom oleh para guru. Keputusan itu dilakukan setelah terjadi insiden sangat serius pada layanan konferensi video tersebut.

Dikutip Reuters via Detik, insiden dimaksud adalah zoom bombing, yaitu masuknya pesan atau sosok tak dikenal dalam sebuah pertemuan di Zoom. Salah satu insiden menimpa kelas geografi yang dihadiri oleh 39 siswa.

Dalam laporan itu, mendadak ada pria asing masuk ke dalam meeting dan melontarkan kalimat serta gambar mesum.
Insiden semacam itulah yang memicu disetopnya pemakaian Zoom untuk mengadakan kelas virtual di Singapura karena dianggap tidak aman.

Hal tersebut adalah insiden yang sangat serius. Kementerian Pendidikan saat ini sedang menginvestigasinya dan akan melapor polisi jika perlu," kata Aaron Loh dari Kementerian Pendidikan Singapura.

"Sebagai upaya pencegahan, guru-guru kami akan menghentikan pemakaian Zoom sampai masalah keamanan itu diselesaikan," tambahnya.

Zoom belakangan banyak disorot karena isu keamanan semacam itu, seiring meledaknya pengguna mereka di saat warga banyak kerja atau belajar di rumah. Bagaimana tanggapan mereka atas peristiwa di Singapura tersebut?

"Kami sangat kesal mendengar tipe insiden tersebut. Zoom mengutuk perbuatan itu dan mendorong user melaporkannya secara langsung sehingga kami bisa mengambil tindakan yang tepat," ujar juru bicara Zoom. (Detik)

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar