Dipenjara 2 Tahun, Pengacara Rommy Tadinya Berharap Bebas

Senin, 20/01/2020 20:50 WIB
Pengacara Romahurmuziy, Maqdir Ismail (Foto: Adrian Syahalam)

Pengacara Romahurmuziy, Maqdir Ismail (Foto: Adrian Syahalam)

Jakarta, law-justice.co - Harapan tim penasihat hukum terdakwa Romahurmuziy atau Romi berbanding terbalik dengan putusan Majelis hakim. Vonis dua tahun tidak pernah diharapkan oleh Tim hukum, karena mereka menduga kliennya akan divonis bebas.

Majelis hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara kepada terdakwa Romahurmuziy.

"Kalau kami, harapannya itu bebas. Tetapi, hakim ternyata berpendapat lain ya," ucap penasihat hukum Romi, Maqdir Ismail usai dampingi kliennya dalam sidang putusan kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (20/1) seperti dikutip dari Rmol.id.

Namun, pihaknya mengaku menerima keputusan hakim yang menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yakni penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 250 juta subsider lima tahun penjara.

"Sementara, kami mau coba membaca dan mempertimbangkan secara baik putusan ini. Tentu, sikap kami akan kami tentukan dalam waktu satu minggu," ucapnya.

Selain itu, Romi pun mengaku akan mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya dengan berkonsultasi dengan pihak keluarga.

"Sudah saya sampaikan di hadapan majelis hakim, bahwa saya masih akan mendiskusikan dengan keluarga. Jadi, beri waktu saya untuk mendiskusikan dengan keluarga dulu," singkat Romi.

Dalam putusan ini, Romi dinilai melanggar Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 39/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar