Akhirnya Pramugara Korban Kekejaman Selir Ari Askhara Buka Suara

Sabtu, 14/12/2019 08:12 WIB
Keborokan selir Dirut Garuda yang semena-mena kepada awak kabin pesawat. (Grid.id)

Keborokan selir Dirut Garuda yang semena-mena kepada awak kabin pesawat. (Grid.id)

Jakarta, law-justice.co - Hingga saat ini, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputera atau Ari Askhara sedang jadi perbincangan.

Setelah Ari dicopot dari jabatan direktur utama Garuda Indonesia, kini dia terseret kasus wanita `simpanan` yang diduga berprofesi pramugari.

Si wanita disebut berkuasa bahkan bertindak semena-mena pada koleganya di Garuda Indonesia karena kedekatannya dengan Ari.

Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zaenal Mutaqin yang juga pramugara Garuda jadi salah satu korban kesemena-menaan si wanita.

Berawal dari Zaenal yang menjadi tempat temannya curhat perihal complain pada pekerjaan si wanita.

Saat itu, dirut Garuda masih dijabat oleh Pahala Mansury. Sebagai ketua IKAGI yang mengkoordinasikan awak kabin, Zaenal menyampaikan keluhan rekannya.

Setelah diselidiki lebih lanjut, si wanita yang saat itu menjadi koordinator business class rupanya tidak menjalani prosedur sesuai SOP saat bertugas ke Jakarta dan menjadi koordinator business class.

Akibatnya, si wanita dicopot jabatannya tidak lagi jadi koordinator business class.

"Mungkin di situ dia marah kali ya. Lalu, beberapa waktu kemudian, Pak AA ini yang jadi dirut. Memang si wanita ini dekat banget dengan Pak AA, bahkan posisinya dinaikkan lagi seperti semula," kata Zaenal seperti melansir haibunda.com.

Dekat dengan Ari membuat si wanita makin berani, terlebih perlakuan istimewa yang diberi Ari padanya.

Hingga suatu hari, secara dadakan jadwal Zaenal terbang ke Jepang selama 3 atau 4 hari dibatalkan tanpa alasan jelas.

Padahal, beberapa waktu sebelumnya Zaenal sudah dijadwalkan terbang ke Jepang. Sebelumnya diakui Zaenal di bawah kepemimpinan Ari Askhara memang sudah ada konflik.

"Schedule saya selama 3 hari enggak diapa-apain, tapi H minus satu berangkat ke Jepang saya langsung diminta standby. Saya enggak protes karena saya pikir nanti juga ada schedule lagi," kata Zaenal.

Tapi apa yang terjadi? Selama kurang lebih 4 bulan Zaenal tidak ditugaskan, Bun. Saat bagian manajemen ditanya alasannya, jawabnya adalah pembinaan.

"Saya sudah debatkan kenapa saya di-grounded, manajemen bilang itu pembinaan. Pembinaan dari mana, orang disengsarakan apanya yang pembinaan. Ini kan masalah uang, Anda stop uang saya, mau menyengsarakan anak dan keluarga saya di rumah? Pembinaan dilakukan nasihat tapi enggak diputus tunjangan tetap dan enggak tetap saya, kan gitu logikanya," papar Zaenal.

Bahkan, saat Zaenal menuntut apa dasar hukumnya dia sampai di-grounded, pihak manajemen tetap tidak bisa memberi penjelasan. Sempat ada alasan Zaenal tidak diterbangkan dalam waktu lama supaya bisa standby sewaktu-waktu bila diminta terbang.

Namun, menurut Zaenal alasan itu tidak masuk akal. Selama kurang lebih empat bulan tidak ditugaskan, Zaenal mengaku hanya mendapat bayaran sesuai UMP (Upah Minimum Provinsi). Padahal, sudah jadi rahasia umum kalau pendapatan pramugari atau pramugara saat terbang lebih besar dari bayaran berdasarkan UMP.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar