Ini Isi Surat Balasan Bos Boeing Kepada Garuda Soal Pembatalan Pesanan
Garuda batalkan pemesanan pesawat Boeing 737 Max 8 (Foto: CNBC Indonesia)
law-justice.co - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah memutuskan membatalkan pesanan 49 unit Boeing 737 Max 8. Hal ini disampaikan Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra kepada pers di Jakarta, Kamis (21/3).
"Kami sendiri sudah kirim surat ke McAllister (pimpinan Boeing) kalau kami menyatakan untuk meng-cancel (membatalkan) 49 unit," kata Ngurah Askhara. Surat Garuda soal opsi pembatalan tersebut dikirim pada 16 Maret lalu.
Pesanan 49 unit Boeing 737 Max 8 sedianya akan dikirimkan secara bertahap hingga 2030. Namun, dua kali kecelakaan pesawat jenis ini secara beruntun dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, telah merontokkan kepercayaan terhadap pesawat jenis ini. Dirut Garuda pun kemudian mengirimkan surat pembataalan pesanan.
Dalam dokumen yang diterima Bisnis, Kamis (28/3), President & CEO Boeing Kevin G. McAllister mengirimkan surat balasan kepada Garuda terkait pembatalan tersebut.
"Saya meminta Anda untuk bersabar selagi kami bekerja dalam situasi ini. Saya telah meminta Ikhssane Mounir [Senior VP Commercial Sales & Marketing Boeing] dan timnya untuk memastikan Anda mendapatkan informasi penuh selama diizinkan oleh protokol investigasi," tulis McAllister dalam surat tersebut.
Pihaknya mengaku berduka atas tragedi Ethiopian Airlines dan Lion Air yang membekas secara personal bagi Boeing sebagai pibak pabrikan. Aspek keselamatan pesawat, penumpang, maupun kru merupakan prioritas utama pihaknya. Ahli teknik Boeing telah membantu investigasi Ethiopian Airlines, sehingga bisa segera mengetahui penyebab dan mendukung pemulihan kembali penerbangan komersial. Menurutnya, masih terlalu dini dan tidak pantas untuk berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan.
Boeing, lanjut Kevin McAllister, telah berpengalaman dalam membangun inovasi, kualitas, dan yang terpenting adalah keamanan, sepanjang 102 tahun. Boeing 737 Max hadir dari tradisi yang sama, desain pesawat dibangun dan didukung dengan integritas penuh. Kevin menyebut selama 5 dekade terakhir, Seri B-737 mendapatkan rekor performa dan keandalan yang diakui terbukti dengan lebih dari 10.500 pesawat telah dikirimkan. Seri Boeing Max juga akan meneruskan keberhasilan ini dan menjadi produktif serta dipercaya.
Sebagai bagian dari praktik standar setelah kecelakaan, Boeing memeriksa desain dan operasi pesawat, dan bila perlu, menerapkan pembaruan untuk lebih meningkatkan keselamatan. Setelah JT 610, pihaknya mengembangkan peningkatan perangkat lunak pada sistem kendali penerbangan B-737 Max 8. Paket perangkat lunak akan mengurangi beban kerja kru dalam peristiwa langka kesalahan baca sensor Angle of Attack yang salah. Dia berharap akan mengirimkan pembaruan perangkat lunak ke seluruh pesawat Max dalam beberapa pekan mendatang.
"Saya telah meminta VP Sales & Marketing Boeing John Bruns dan timnya untuk merencanakan waktu dan tempat untuk bertemu dengan tim Anda dalam waktu dekat untuk mendiskusikan rencana kita," tutupnya.



Komentar